News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

139 Negara Akui Palestina, Spanyol: AS, Eropa dan Beberapa Negara Sulit Ikuti Kami

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berbicara pada sesi Segmen Tingkat Tinggi untuk Kepala Negara dan Pemerintahan pada KTT iklim PBB di Dubai pada 1 Desember 2023. --- Pedro Sanchez mengatakan Spanyol akan melanjutkan dukungannya untuk Palestina dan mendesak AS dan Eropa untuk mengikuti langkahnya.

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan, akan melanjutkan langkah untuk mengakui negara Palestina, meski tidak mendapat dukungan yang cukup dari Uni Eropa.

Pemimpin Spanyol itu mengarahkan kritik tajam kepada para pemimpin negara-negara Uni Eropa yang tidak mengambil langkah yang sama.

“Negara Palestina harus diakui terlebih dahulu, untuk menyelenggarakan inisiatif konferensi perdamaian internasional yang dipimpin oleh Spanyol,” kata Pedro Sanchez kepada wartawan asing di ibu kota, Madrid, Selasa (5/12/2023).

“Lebih dari 130 negara telah mengakui negara Palestina, sementara Amerika Serikat dan beberapa negara Uni Eropa belum mengakuinya,” lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera.

Menurut World Review, 139 dari 193 anggota PBB mengakui negara Palestina.

Ada 54 negara yang tidak mengakui Palestina sebagai sebuah negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis, Jepang, dan Kanada.

Spanyol sendiri telah mengakui negara Palestina melalui parlemennya sejak tahun 2014 meski belum secara resmi.

Baca juga: Setelah Desak Israel, Spanyol: Anggota Uni Eropa Harus Akui Negara Palestina

Perdana Menteri Spanyol itu mengatakan upaya untuk mengambil inisiatif di dalam Uni Eropa untuk mengakui Palestina layak dilakukan.

Jika hal itu tidak terjadi, katanya, pendekatan Spanyol untuk mengakui Palestina akan terus berlanjut.

Pedro Sanchez meminta Uni Eropa untuk mengambil posisi yang sama seperti saat mereka menyikapi serangan Rusia ke Ukraina, sehubungan dengan serangan Israel di Gaza.

Ia menyerukan para pemimpin negara-negara Uni Eropa untuk menahan diri dari kebijakan standar ganda.

Dia menambahkan, jika Uni Eropa tetap diam mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel dan pendudukannya di Jalur Gaza dan Tepi Barat, maka mereka akan menghadapi risiko isolasi di komunitas internasional.

"Eropa harus meninjau kembali kebijakan-kebijakannya," katanya.

Dia menekankan penyelesaian masalah yang ada antara Israel dan Palestina adalah kepentingan Eropa, secara moral dan geopolitik.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini