TRIBUNNEWS.COM – Mantan Menteri Kehakiman Israel, Gideon Sa’far mengatakan Hamas masih jauh dari kata kalah.
Adapun perang Hamas-Israel sudah berlangsung lebih dari 100 hari sejak meletus tanggal 7 Oktober 2023.
Hingga saat ini Israel belum bisa mencapai tujuan utamanya di Gaza, yakni melenyapkan Hamas.
Saat diwawancarai Army Radio, Sa’far yang kini menjadi anggota kabinet perang Israel mengatakan Israel harus tetap berkomitmen pada tujuan awalnya.
Di sisi lain, Israel kini justru mendapat tekanan dari sekutu utamanya, yakni Amerika Serikat (AS), agar mengurangi operasi militer di Gaza.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant menyebut tentaranya akan segera mengurangi serangan dan menuju ke fase selanjutnya dalam perang itu.
Israel gagal kalahkan Hamas
Sekitar sebulan lalu, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Yair Golan mengungkapkan keraguannya.
Golan mengatakan Israel tak akan bisa mengalahkan Hamas dalam perang saat ini.
“Pemerintahan Hamas tak akan bisa dilenyapkan, setidaknya dalam waktu dekat,” ujar Golan kepada media Israel, dikutip dari Palestine Chronicle.
“Tekanan terhadap Hamas tidak akan cukup untuk melucuti kekuatannya sepenuhnya,” katanya.
Baca juga: Seratus Hari Tentara Israel Gempur Gaza, 90 Persen Pimpinan dan Pasukan Hamas Masih Hidup
Golan berujar Israel harus lebih memfokuskan pembebeasan warga Israel yang disandera Hamas.
Dia juga menyinggung pentingnya bantuan kemanusaan untuk Gaza saat ini.
“Apakah Israel mampu melenyapkan pemerintahan Hamas? Ya. Tetapi apakah kita punya waktu lebih dari beberapa pekan untuk meneruskan operasi militer ini tanpa penolakan keras dari Amerika? Pada kenyataannya tidak,” ujarnya.
Iran: Israel belum capai satu pun tujuannya di Gaza
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mengatakan Israel hingga saat ini belum bisa mencapai satu pun tujuannya di Jalur Gaza.