News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Mesir dan Turki Minta Israel Setop Serangan Brutal di Rafah, Erdogan: Ini Pembantaian

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Turki Erdogan (kiri) bertemu dengan Presiden Mesir el-Sisi (Kanan) untuk menyerukan penghentian serangan Israel di Rafah.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, CAIRO – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyerukan penghentian serangan brutal Israel terhadap Kota Rafah di Gaza Selatan.

“Kami sepakat tentang perlunya gencatan senjata segera [di Gaza] dan perlunya mencapai ketenangan di Tepi Barat untuk meluncurkan kembali perundingan damai Israel-Palestina dengan tujuan akhir membentuk negara Palestina merdeka,” kata el-Sisi dalam sebuah konferensi pers bersama Erdogan di Kairo, Rabu (14/2/2024).

Mesir khawatir serangan darat Israel di Rafah akan mendorong ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi melintasi perbatasan dan masuk ke Semenanjung Sinai di Mesir.

Baca juga: Komandan Brigade Al-Qassam: Israel Pengecut, Tembaki Pengungsi dan Takut Hadapi Hamas

Mereka mengancam akan menangguhkan perjanjian perdamaian yang sudah berumur puluhan tahun dengan Israel.

Sementara itu, Erdogan mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghindari serangan darat di Rafah dan menuduh pemerintah Israel melakukan “pembantaian” di Gaza.

“Upaya untuk mengurangi populasi Gaza tidak dapat diterima,” ujar Erdogan.

Erdogan juga mengatakan bahwa Turki siap bekerja sama dengan Mesir untuk membangun kembali Gaza, dan berjanji untuk meningkatkan perdagangan dengan Mesir hingga 15 miliar dolar AS dalam jangka pendek.

“Kami akan terus bekerja sama dan berdiri dalam solidaritas dengan saudara-saudara kami di Mesir untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza,” katanya.

Israel melancarkan perangnya di Gaza pada 7 Oktober 2023 setelah kelompok militan Palestina Hamas melakukan serangan mendadak di Israel selatan, menewaskan sedikitnya 1.139 orang dan menyandera sekitar 250 orang lainnya, menurut pihak berwenang Israel.

Israel menanggapinya dengan pemboman dan invasi darat ke Gaza, menewaskan lebih dari 28.500 orang, menurut pihak berwenang Palestina. Serangan Israel juga telah membuat sebagian besar wilayah yang terkepung menjadi puing-puing dan membuat lebih dari 80 persen penduduknya mengungsi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini