TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 100 orang terdampar di kapal pesiar di lepas pantai Afrika Barat setelah dugaan wabah hantavirus menewaskan sedikitnya tiga orang dan menyebabkan beberapa lainnya jatuh sakit.
Hantavirus merupakan penyakit menular serius dan berpotensi mematikan yang umumnya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Kapal MV Hondius, yang dioperasikan oleh perusahaan tur Oceanwide Expeditions, berangkat dari Ushuaia, Argentina, bulan lalu untuk pelayaran di wilayah terpencil Samudra Atlantik.
Dalam perjalanan, sejumlah penumpang mengalami penyakit pernapasan yang berkembang cepat, kata perusahaan tersebut, dikutip dari CNN.com.
Kapal yang membawa 149 orang kini berlabuh di lepas pantai Praia, ibu kota Cape Verde, setelah ditolak masuk ke pelabuhan.
Belum ada rencana untuk menurunkan penumpang dan awak yang masih berada di atas kapal.
Oceanwide Expeditions menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mengarahkan kapal ke Kepulauan Canary, Spanyol.
Baca juga: Dua Kru Kapal Pesiar MV Hondius Mengeluh Sakit, Korban Tewas Infeksi Hantavirus Bisa Bertambah?
Mengapa penumpang tidak diizinkan turun?
Mengutip Sky News, operator MV Hondius menyebut satu awak kapal asal Belanda dan satu awak kapal asal Inggris yang masih berada di kapal membutuhkan perawatan medis mendesak, namun kapal belum diizinkan berlabuh di Cape Verde.
"Kami juga mengetahui bahwa ada satu orang lain di atas kapal yang menunjukkan gejala," menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Tiga kasus yang dicurigai telah melaporkan demam tinggi dan/atau gejala gastrointestinal dan masih berada di atas kapal," kata WHO dalam pernyataan resminya.
Oceanwide Expeditions menyebut kedua awak kapal tersebut mengalami gejala pernapasan akut, satu ringan dan satu berat.
Petugas kesehatan setempat di Cape Verde mengatakan mereka terus memantau kondisi di kapal, tetapi tidak mengizinkan penumpang turun demi melindungi penduduk setempat.
Kapal tersebut membawa 149 penumpang dan awak dari 23 kewarganegaraan, termasuk 38 warga Filipina, 23 warga Inggris, 17 warga Amerika, dan 13 warga Spanyol.
Dalam pernyataan pada Senin malam, Oceanwide Expeditions mengatakan bahwa otoritas Belanda sedang mempersiapkan evakuasi medis bagi dua individu yang menunjukkan gejala, serta individu terkait dengan tamu asal Jerman yang meninggal pada 2 Mei.
Seorang penumpang buka suara
Seorang penumpang kapal, Jake Rosmarin, membagikan pengalamannya saat wabah terjadi melalui unggahan Instagram Reel pada Senin (4/5/2026).
Baca tanpa iklan