News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wabah Hantavirus

Sama-Sama Ditularkan Tikus: Ini Beda Penyakit Hantavirus, Leptospirosis, dan Pes

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tikus bisa menjadi sumber berbagai penyakit berbahaya. Selain hantavirus, leptospirosis dan dan pes atau sampar.  Apa bedanya.

 

 


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Tikus bisa menjadi sumber berbagai penyakit berbahaya, seperti hantavirus, leptospirosis, dan pes atau sampar. 

Meski sama-sama berkaitan dengan tikus, ketiga penyakit ini memiliki penyebab, cara penularan, dan gejala yang berbeda.

Baca juga: Virus Hanta Bisa Berbahaya pada Pengidap Penyakit Jantung

1. Hantavirus

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP Dr. Sardjito, Alindina Anjani menjelaskan, hantavirus disebabkan oleh virus yang menyebar melalui urin, feses, air liur, atau udara yang terkontaminasi tikus terinfeksi.

“Yang berisiko terkena adalah orang yang sering berinteraksi dengan tikus, seperti petani, pekerja gudang, atau pekerja lapangan,” jelasnya dikitup dari laman UGM, Kamis (14/5/2026).

ilustrasi hantavirus (Learn Worthy)


Gejala Hantavirus

Hantavirus dapat menyerang paru-paru dan ginjal. 

Gejalanya bisa berupa demam, nyeri otot, mual dan muntah, sesak napas, gangguan ginjal hingga

perdarahan pada kasus berat.
Infeksi hantavirus bisa berbahaya karena dapat menyebabkan gagal napas hingga syok.


2. Leptospirosis


Sementara leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira interrogans. 

Dikutip dari laman Kemenkes, penularannya terjadi melalui air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urin hewan seperti tikus, anjing, sapi, dan babi.

Risiko leptospirosis biasanya meningkat saat musim hujan dan banjir karena banyak genangan air tercemar.
Gejala leptospirosis bisa berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, mAta merah, mual dan muntah, diare, sakit perut.


Pada kondisi berat, leptospirosis dapat menyebabkan gagal ginjal, gangguan hati, hingga perdarahan.

Alindina menekankan bahwa manifestasi hantavirus kerap menyerupai berbagai penyakit infeksi tropis lain seperti demam berdarah dengue, leptospirosis, malaria, disseminated intravascular coagulation (DIC), hemolytic uremic syndrome, sepsis, hingga scrub typhus. 

Kemiripan gejala tersebut dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis apabila tenaga kesehatan tidak memiliki kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi hantavirus, terutama pada pasien dengan riwayat paparan tikus atau lingkungan berisiko.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini