TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan nasional dalam menghadapi potensi ancaman Hantavirus.
Pemerintah telah menyiagakan puluhan rumah sakit rujukan dan memperketat pengawasan di pintu masuk negara untuk mendeteksi dini masuknya varian virus berbahaya.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengungkapkan pemerintah telah membangun sistem deteksi yang tersebar di berbagai wilayah strategis.
Langkah ini merupakan bagian dari sistem ketahanan kesehatan nasional yang telah dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir.
"Kemenkes sudah melakukan beberapa langkah, contohnya menerbitkan surat edaran kewaspadaan untuk meningkatkan kewaspadaan di fasilitas kesehatan, dinas kesehatan, hingga UPT kekarantinaan kesehatan," ujar Widyawati dalam diskusi Overview Tribunnews, Rabu (13/6/2026).
Terkait kesiapan layanan rujukan, Widyawati merinci bahwa sudah ada puluhan rumah sakit yang memiliki kompetensi khusus untuk menangani kasus infeksi emerging.
"Sudah ada 21 rumah sakit Sentinel di 20 provinsi, contohnya ada di DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatra Barat. Jadi ada 21 rumah sakit yang sedia terkait dengan virus Hanta ini," jelasnya.
Selain fasilitas perawatan, pemerintah juga memperkuat lini pengawasan di perbatasan negara melalui pemeriksaan ketat terhadap pelaku perjalanan.
"Kesiapsiagaan juga dilakukan di pengawasan pintu masuk. Ada thermal scanner, pengamatan visual, deklarasi kesehatan, serta melakukan risk-based assessment untuk alat angkutnya," tambah Widyawati.
Widyawati juga menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan terus dilakukan agar deteksi kasus di lapangan bisa berjalan lebih cepat.
"Pemerintah sudah menyiapkan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging dan melakukan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan melalui pelatihan serta workshop untuk meningkatkan penemuan suspek penyakit virus Hanta," ungkapnya.
Baca juga: Kemenkes dan Pakar Ingatkan PHBS Jadi Kunci Utama Tangkal Ancaman Hantavirus
Tak Perlu Panik, Terapkan PHBS
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan terkait isu penyebaran Hantavirus di tanah air.
Karakteristik Hantavirus sangat berbeda dengan COVID-19 dan bukan merupakan ancaman pandemi baru.
Widyawati menyatakan bahwa kesiapsiagaan pemerintah saat ini sudah sangat matang karena Hantavirus bukanlah penyakit baru bagi sistem kesehatan Indonesia.
Baca tanpa iklan