"Masyarakat perlu diedukasi untuk mengenali, melaporkan, dan mencegah penularan bersama agar dapat bahu-membahu menjaga kesehatan lingkungan dan memutus rantai penyebaran Hantavirus," ujar dia.
3. Pes atau Sampar
Selain hantavirus dan leptospirosis, tikus juga dapat menularkan penyakit pes atau sampar.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang ditularkan melalui gigitan pinjal atau kutu tikus.
Pes termasuk penyakit menular potensial wabah yang memerlukan pengawasan ketat terhadap populasi tikus dan pinjal.
Jenis penyakit pes ada Pes Bubonik yaitu menyerang kelenjar getah bening dan ditandai pembengkakan atau bubo di leher, ketiak, atau selangkangan.
Lalu Pes Septikemik, infeksi menyebar ke aliran darah dan bisa menyebabkan kerusakan organ.
Ketiga, Pes Pneumonik, menyerang paru-paru, paling berbahaya, dan dapat menular antarmanusia melalui droplet.
Gejala Pes berupa demam tinggi mendadak, menggigil, sakit kepala, nyeri otot dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Pes perlu segera ditangani dengan antibiotik karena dapat berakibat fatal bila terlambat diobati.
Mencegah Hantavirus, Leptospirosis, dan Pes
Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, mengendalikan populasi tikus dan pinjal, menghindari kontak dengan hewan pengerat liar, menggunakan pelindung saat bekerja di area berisiko, menutup luka sebelum kontak dengan air kotor serta rajin mencuci tangan.
Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap penyakit yang ditularkan tikus, terutama saat musim hujan dan di lingkungan dengan sanitasi buruk.
Baca tanpa iklan