News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Tuduh AS Tewaskan 5 Warga Sipil di Selat Hormuz, Ketegangan Energi Global Memuncak

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas.

Terkini, Iran menuduh militer Amerika Serikat (AS) menewaskan lima warga sipil dalam serangan terhadap kapal penumpang. Insiden ini memperdalam krisis keamanan di jalur energi paling vital dunia.

Di tengah gencatan senjata yang rapuh, konflik justru menunjukkan eskalasi baru yang berbahaya.

Saling klaim antara Teheran dan Washington memperkeruh situasi.

Dunia kini dihadapkan pada ancaman nyata terhadap stabilitas energi global.

Laporan ini muncul sehari setelah operasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Iran menyebut serangan itu salah sasaran dan menargetkan warga sipil, bukan aset militer.

Iran: “AS Harus Bertanggung Jawab”

Media pemerintah Iran, IRIB, mengutip seorang komandan militer yang menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam kapal sipil.

“Pasukan AS telah menyerang dua perahu kecil yang membawa warga sipil dari Khasab menuju Iran,” ujar sumber militer tersebut, dikutip Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, “Serangan itu menghancurkan kapal dan menewaskan lima penumpang sipil. Amerika Serikat harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan ini.”

Kantor berita Tasnim juga melaporkan bahwa penyelidikan dilakukan setelah klaim AS dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.

Menurut laporan itu, tidak ada kapal militer Iran yang terkena serangan.

Al Jazeera melaporkan bahwa tuduhan Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan pasca operasi militer AS di kawasan tersebut.

Baca juga: AS dan Negara Teluk Susun Resolusi PBB untuk Menekan Iran di Selat Hormuz

Amerika Serikat: Target Kapal IRGC

Di sisi lain, Komandan Komando Pusat AS, Brad Cooper, menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan kapal milik Iran.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini