News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Udara Digagalkan! Teknologi Laser Israel Jadi Tameng UEA Hadapi Hujan Drone

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah sistem pertahanan udara berbasis laser milik Israel dilaporkan berhasil menggagalkan serangan udara besar yang menyasar Uni Emirat Arab (UEA).

Teknologi canggih bernama Iron Beam disebut menjadi kunci keberhasilan dalam mencegat puluhan ancaman, termasuk drone dan rudal yang diluncurkan dari Iran.

Pemerintah Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa pada Senin (4/5/2026), sistem pertahanan mereka berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone menjadi serangan pertama sejak gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat berlaku pada 8 April.

Dalam rincian Kementerian Pertahanan, ancaman tersebut terdiri dari 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, serta empat pesawat tanpa awak. 

Meski sebagian besar berhasil dihentikan, serangan itu tetap menyebabkan tiga orang mengalami luka sedang.

Insiden ini bukan peristiwa tunggal. Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, UEA mencatat telah mencegat total 578 rudal dan lebih dari 2.260 drone. 

Namun, dampak serangan tetap terasa dengan total korban mencapai 13 orang tewas dan 227 luka-luka.

Pada hari yang sama, serangan drone juga memicu kebakaran besar di Zona Industri Minyak Fujairah salah satu pusat energi penting di kawasan timur UEA.

Otoritas setempat melaporkan tiga warga negara India mengalami luka sedang dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Peran Kunci Teknologi Israel

Mengutip dari The Times of Israel keberhasilan Uni Emirat Arab menahan gelombang serangan udara dalam beberapa pekan terakhir tidak terlepas dari dukungan teknologi militer canggih yang dipasok oleh Israel.

Sistem pertahanan berbasis laser Iron Beam yang dikirim selama konflik terbukti mampu meningkatkan efektivitas intersepsi, khususnya dalam menghadapi ancaman drone berukuran kecil hingga menengah.

Baca juga: Serangan Iran ke UEA Picu Kecaman Global, Ancaman Baru Stabilitas Energi Dunia

Berdasarkan laporan militer, sistem ini berhasil mencegat hingga 15 target udara dalam satu rangkaian serangan, menunjukkan kemampuan respons cepat terhadap ancaman berintensitas tinggi.

Selain Iron Beam, Israel juga memperkuat lapisan deteksi dini melalui pengiriman sistem pengawasan Spectro.

Iron Beam sendiri merupakan sistem intersepsi berbasis laser berkekuatan tinggi yang dikembangkan lebih dari satu dekade.

Berbeda dengan sistem berbasis rudal, teknologi ini tidak bergantung pada amunisi konvensional. Selama tersedia sumber energi, sistem dapat terus digunakan tanpa resiko kehabisan peluru.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini