Sleboda juga menyampaikan bahwa negara-negara NATO kesusahan memasok senjata yang bisa mencukupi kebutuhan Ukraina.
Di samping itu, dia menyindir Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mengklaim pihaknya hanya kehilangan 31.000 tentara dalam perang selama 2 tahun.
"Itu kira-kira jumlah tentara mereka yang hilang per byuan, setidaknya dalam delapan bulan terakhir," ucap Sleboda.
Kendati demikian, pakar keamanan itu menyebut rezim militer Kiev belum hancur.
"Mereka bekerja keras di garis depan."
(Tribunnews/Febri)