News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Cueki AS dan Internasional, Netanyahu Bersumpah Israel Lanjut Serang Gaza dan Benteng Terakhir Hamas

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara selama konferensi pers di pangkalan militer Kirya di Tel Aviv pada 28 Oktober 2023 di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. Netanyahu mengatakan pada tanggal 28 Oktober bahwa pertempuran di Jalur Gaza akan berlangsung panjang dan sulit, karena pasukan darat Israel beroperasi di wilayah Palestina selama lebih dari 24 jam.

Cueki Tekanan Internasional, Netanyahu Bersumpah Israel Lanjut Serang Gaza dan Benteng Terakhir Hamas di Rafah

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kamis (7/3/2024) menyatakan, perang Israel di Gaza akan terus berlanjut, termasuk di Rafah.

Netanyahu mengatakan Israel akan tetap melakukan serangan terhadap Hamas meskipun ada tekanan internasional yang meningkat, termasuk di kota Rafah.

Secara terbuka, Netanyahu justru menyatakan pengabaikan atas suara dan tekanan dunia internasional sembari mengajak negaranya untuk bersatu untuk melawan niatan penghentian perang.

Baca juga: Bukan Cuma Gaza yang Jadi Puing-puing, Dua Pilar Utama Israel Juga Runtuh Karena Perang Lawan Hamas

Al-Mamlaka TV

Netanyahu lebih lanjut menambahkan kalau tentara pendudukan Israel (IDF) akan melakukan operasi anti-Hamas di seluruh Jalur Gaza, “termasuk di Rafah, benteng terakhir Hamas.”

Dia melanjutkan: "Siapa pun yang memerintahkan kami untuk tidak bergerak ke Rafah berarti memerintahkan kami untuk kalah perang; itu tidak akan terjadi."

Baca juga: Ekonomi Terpuruk, Mesir Dapat Kucuran Dana IMF Rp 124,9 Triliun Saat Israel Ngotot Mau Gempur Rafah

Gambar satelit yang diambil pada tanggal 10 Februari 2024 dan dirilis pada tanggal 15 Februari 2024 oleh Maxar Technologies menunjukkan gambaran wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Mesir-Jalur Gaza di Rafah, Mesir, setelah dilakukan pemeringkatan tanah. Ratusan ribu pengungsi Palestina telah digiring ke kota paling selatan Gaza akibat kampanye militer Israel yang tiada henti, mencari perlindungan di perkemahan darurat yang luas di dekat perbatasan Mesir. (Selebaran / Citra satelit ©2024 Maxar Technologies / AFP)

AS Tahu Informasi Soal Dampak Bencana Invasi Rafah oleh Tentara Israel

Niatan Netanyahu untuk menggempur Rafah jelas melawan kehendak dunia Internasional termasuk sekutu abadi mereka, Amerika Serikat (AS).

AS bahkan dilaporkan sudah mendapat bocoran informasi mengenai  dampak bencana yang bakal diakibatkan oleh invasi Rafah Israel.

Israel telah mengancam akan menyerang Rafah selama berminggu-minggu, tempat lebih dari satu juta warga Gaza yang mengungsi mencari perlindungan.

Kabel internal yang dibocorkan oleh The Intercept pada tanggal 5 Maret menunjukkan bahwa AS sangat menyadari bencana kemanusiaan yang akan terjadi.

Bencana Kemanusiaan akan terjadi jika Israel melanjutkan rencananya untuk menyerang Rafah, yang diklaim sebagai benteng terakhir Hamas.

Rafah, yang memiliki luas 62 km persegi, dengan lebih dari 1,5 juta warga sipil Palestina menjadi pengungsi internal dan tinggal di kamp-kamp pengungsi, semakin terancam oleh serangan darat Israel.

Potensi invasi ini mendapat kecaman internasional dan meningkatkan keretakan antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Namun, AS terus melakukan pengiriman senjata kepada tentara Israel, termasuk masing-masing sekitar seribu bom MK-82 seberat 500 pon dan Joint Direct Attack Munitions (JDAM) KMU-572, meskipun negara Israel terlihat sangat bersemangat untuk menyerang Israel. berpenduduk padat di selatan Gaza.

Kabel yang bocor tersebut menunjukkan bahwa AS mengakui bahwa dampak invasi semacam itu akan sangat dahsyat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini