News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Segera Rekrut 150.000 Tentara Baru

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pasukan Rusia. Presiden Vladimir Putin telah meneken dekrit wajib militer yang akan merekrut 150.000 tentara baru Rusia

TRIBUNNEWS.COM -- Di saat Ukraina masih tarik ulur menciptakan aturan melakukan mobilisasi warganya menjadi tentara, Rusia justru selangkah lebih capat.

Presiden Vladimir Putin telah meneken dekrit kampanye wajib militer rutin musim semi.

Rusia akan memobilisasi sebanyak 150.000 warganya untuk menjalani dinas militer, membela negara.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-767: Atlet Rusia dan Belarusia Ditolak di Olimpiade Paris

Reuters memberitakan bahwa program tersebut diumumkan di situs pemerintah Rusia pada Minggu (31/3/2024)

Dalam dekrit tersebut mewajibkan warga laki-lakinya untuk melakukan dinas militer selama setahun yang setara pendidikan tinggi.

Wajib militer ini berlaku bagi warga pria Rusia minimal berusia 18 tahun. Sementara majelis rendah parlemen Rusia memutuskan untuk menaikkan usia maksimum laki-laki yang dapat wajib militer dari 27 tahun menjadi 30 tahun.

Undang-undang baru ini mulai berlaku pada 1 Januari 2024.

Wajib militer telah lama menjadi isu sensitif di Rusia, di mana banyak laki-laki berusaha keras untuk menghindari surat wajib militer selama periode wajib militer dua kali setahun.

Wajib militer tidak dapat dikerahkan secara hukum untuk berperang di luar Rusia dan dikecualikan dari mobilisasi terbatas pada tahun 2022 yang mengumpulkan setidaknya 300.000 orang dengan pelatihan militer sebelumnya untuk berperang di Ukraina – meskipun beberapa wajib militer dikirim ke garis depan karena kesalahan.

Pada bulan September Putin menandatangani perintah memanggil 130.000 orang untuk kampanye musim gugur dan musim semi lalu Rusia berencana untuk mewajibkan 147.000 orang.

Saat ini Rusia sedang gencar-gencarnya meningkat serangan ke Ukraina. Sebagian dari para serdadu baru tersebu tentunya akan ditempatkan di garis depan peperangan, untuk menggantikan posisi yang lama yang telah mengalami kelelahan.

Baca juga: Ukraina Batal Mobilisasi 500 Ribu Tentara, Tapi Tetap Akan Serang Balik Rusia

Melansir DPA International, 150.000 wajib militer berusia antara 18 dan 30 tahun akan dipanggil pada 15 Juli 2024.

Kementerian Pertahanan secara bersamaan menerbitkan dokumen pembebasan dari dinas militer bagi mereka yang telah menyelesaikan pelatihan dasar.

Pasukan terlatih ini dapat menjadi sukarelawan untuk bertugas di front Ukraina, dan dianggap berada di bawah tekanan untuk menandatangani kontrak terkait.

Pasukan Rusia telah mengalami kerugian besar sejak invasi Februari 2022 ke Ukraina.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini