News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

AS, Inggris dan Prancis Kompak, Sebut Pengeboman Oleh Israel di Damaskus Sebagai Risiko Iran

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Personel darurat memadamkan api di lokasi serangan yang menghantam sebuah gedung di sebelah kedutaan Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, pada 1 April 2024. - Media pemerintah Suriah mengatakan serangan Israel menghantam gedung konsulat Iran di ibu kota pada 1 April, sementara sebuah pemantau perang melaporkan delapan orang tewas dan media pemerintah Iran mengatakan seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam termasuk di antara korban tewas, di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat perang Gaza. (Photo by LOUAI BESHARA / AFP)

TRIBUNNEWS.COM -- Amerika Serikat, Inggris dan Prancis jelas-jelas membela Israel. Dua negara ini menolak pembicaraan serangan Israel di Damaskus dalam pembahasan di Dewan Keamanan PBB.

Wakil Perwakilan Tetap Pertama Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky mengatakan, setelah sesi Dewan Keamanan PBB tanggal 2 April tentang serangan Israel terhadap departemen konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus, Rusia menyiapkan rancangan pernyataan media Dewan Keamanan PBB dengan teks standar untuk kasus-kasus tersebut.

"Namun demikian, Amerika Serikat dan Amerika Kerajaan bahkan enggan membahasnya, dengan alasan kurangnya pendekatan terpadu terhadap insiden tersebut selama sesi tersebut,” tulis diplomat Rusia itu di Telegram dikutip dari TASS, Kamis (4/4/2024).

Baca juga: Ali Khamenei Ancam Serang Balik Israel Buntut Serangan yang Tewaskan Komandan Garda Revolusi Iran

Polyansky mengatakan bahwa selama sesi hari Selasa, Washington dan London, bersama dengan rekan-rekan mereka dari Perancis “tidak mengutuk pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional” dan malah “terlibat dalam akrobat verbal yang mengarah pada kesimpulan bahwa ini adalah kesalahan Iran sendiri."

“Ini merupakan pertunjukan luar biasa dari standar ganda trio Barat, dan sikap mereka yang sebenarnya terhadap hukum dan ketertiban dalam konteks internasional,” tambahnya.

Pada tanggal 1 April, kantor berita Suriah SANA melaporkan bahwa Angkatan Udara Israel telah melakukan serangan terhadap sebuah bangunan di Damaskus. Media Iran mengatakan bahwa konsulat Iran adalah sasaran serangan itu.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu telah menewaskan tujuh penasihat militer, termasuk Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Jenderal Mohammad Hadi Haji-Rahimi.

Menurut saluran TV IRIB yang dikelola pemerintah Iran, Zahedi memimpin unit Pasukan Al-Quds IRGC di Lebanon dan Suriah.

Baca juga: Bantah Terlibat Serangan ke Suriah, AS Tunjuk Hidung Israel, Garda Revolusi Iran: Balasan Segera!

Rusia mengutuk keras serangan Israel terhadap konsulat dan meminta diadakannya pertemuan Dewan Keamanan PBB. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah bahwa Teheran akan membuat Israel menyesali serangannya dan Presiden Ebrahim Raisi berjanji bahwa serangan itu tidak akan berlangsung tanpa tanggapan.

Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari mengatakan Israel telah menyerang sasaran militer milik IRGC, namun bukan misi diplomatik. Menurut Hagari, fasilitas tersebut disamarkan sebagai bangunan sipil.

Pengeboman di Damaskus yang menewaskan 7 perwira Iran diantaranya pejabat penting komandan Al Quds brigadir jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Mohammad Hadi Haji Rahimi (AFP)

Siaga Tinggi

Sementara itu, Israel menerapkan siaga tinggi di seluruh kantor kedutaannya di luar negeri.

Hal ini usai usai Iran mengancam akan melakukan serangan balas atas kematian dua pejabat senior di Damaskus, Suriah.

PM Israekl Benjamin Netanyahu, meminta semua kantor kedubes Israel di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaannya, termasuk kemungkinan teror, serangan, atau bentuk intimidasi terhadap diplomat Israel.

Sebuah F-35 Lightning II, pesawat siluman ISrael yang digunakan mengebom kantor Konsulat Iran di Damaskus, Suriah. (Foto Angkatan Udara AS/Samuel King Jr.)

"Sudah ada keadaan siaga di kedutaan Israel sejak pecahnya perang, namun setelah pembunuhan pejabat Iran di Damaskus, kewaspadaan di kedutaan Israel akan ditingkatkan," ujar Lembaga Penyiaran Publik Israel, KAN mengutip Al Jazeera.

Konflik ini pertama kali pecah pada awal pekan ini, tepatnya jet tempur F-35 milik militer Israel melancarkan serangan udara ke Konsulat Iran di Damaskus. Imbas serangan itu 13 orang dilaporkan tewas, termasuk pemimpin Garda Revolusi, Mohammad Reza Zahedi, serta 7 anggota IRGC.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini