Sebanyak hampir 80 anggota Parlemen Partai Buruh mendesak Perdana Menteri InggrisKeir Starmer untuk meletakkan jabatan dan pensiun dini dari Downing Street 10.
Sejumlah laporan media juga menyebut beberapa menteri kabinet telah meminta Starmer untuk menetapkan tanggal pengunduran diri. Permintaan ini mulai ramai dilontarkan setelah kekalahan telak Partai Buruh dalam pemilihan komunal.
Meski menang telak dalam pemilu Juli 2024, popularitas Partai Buruh kini menurun secara signifikan. Starmer menjadi sasaran utama kritik. Penurunan ini diyakini dipicu oleh berbagai faktor, seperti minimnya visi politik, kondisi ekonomi Inggris yang melemah, dan kontroversi terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Sebab, Mandelson sebelumnya memiliki hubungan dengan kasus Jeffrey Epstein.
Namun, di tengah tekanan tersebut, Starmer menegaskan akan tetap bertahan. Sebab menurutnya, pergantian kepemimpinan dapat "membuat negara kacau.”
Mekanisme pergantian pemimpin Partai Buruh
Partai Buruh memiliki aturan ketat dalam mengganti pemimpin. Pergantian hanya dapat dilakukan melalui mekanisme internal partai.
Untuk memicu kontestasi kepemimpinan, seorang calon harus memperoleh dukungan dari sedikitnya 20% anggota parlemen Partai Buruh. Saat ini, angka tersebut setara dengan 81 anggota dari 403 kursi yang dimiliki partai tersebut.
Selain itu, kandidat juga harus mendapatkan dukungan dari sedikitnya 5% organisasi konstituen lokal atau minimal tiga organisasi afiliasi partai, seperti serikat pekerja.
Jika hanya satu kandidat yang lolos, tidak akan ada pemungutan suara. Ia otomatis menjadi pemimpin Partai Buruh sekaligus perdana menteri. Jika lebih dari satu kandidat memenuhi syarat, pemungutan suara akan dilakukan oleh anggota partai dan afiliasinya menggunakan sistem peringkat. Ini akan dilakukan hingga satu kandidat memperoleh lebih dari 50% suara.
Apabila Starmer memutuskan untuk mundur, kabinet dan badan pengelola partai kemungkinan akan menunjuk pemimpin sementara. Ia juga akan menjabat sebagai perdana menteri hingga proses pemilihan selesai.
Tantangan internal bagi Starmer
Jika Starmer menolak mundur, ia masih akan menghadapi tantangan dari partai. Salah satu anggota parlemen, Catherine West telah mendorong dukungan untuk perubahan pimpinan. Meski demikian, ia belum memenuhi jumlah minimal pendukung untuk membuat pemilihan resmi.
West menyatakan, "Kita harus menyusun jadwal yang jelas untuk memperbaiki keadaan ini.”
Meski begitu, Partai Buruh tidak memiliki tradisi kuat dalam mengganti pemimpin di tengah masa jabatan. Berbeda dengan Partai Konservatif. Tidak ada perdana menteri asal partai ini yang pernah digulingkan secara langsung. Meski begitu, Tony Blair pernah undur diri pada 2007 setelah sejumlah tekanan politik.
Kandidat potensial pengganti Starmer
Sejumlah nama disebut sebagai calon potensial jika Starmer turun. Ada Menteri Kesehatan Wes Streeting dan Mantan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner.
Nama lain yang juga menguat adalah Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham. Walau begitu, ia belum memenuhi syarat karena tidak duduk di parlemen.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Felicia Salvina
Editor: Rizki Nugraha
Baca tanpa iklan