"Dia pria yang sangat, sangat lucu," kata Burns di BBC World at One.
James Kirby, 47
Kirby lahir di Bristol dan telah menyelesaikan tur di Bosnia dan Afghanistan bersama Angkatan Bersenjata Inggris sebelum bekerja sebagai konsultan keamanan.
Keluarganya mengatakan dia akan "dikenang sebagai pahlawan" yang "tidak akan pernah mengetahui kekosongan yang ditinggalkannya".
“James selalu bersedia memberikan bantuan kepada siapa pun, bahkan ketika menghadapi kekerasan yang tidak masuk akal,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Berbicara kepada BBC, sepupu Kirby, Adam McGuire, mengatakan bahwa Kirby "benar-benar tidak mementingkan diri sendiri" dan "hanya ingin membantu orang", itulah sebabnya ia pergi ke Gaza.
Sepupu lainnya, Amy Roxburgh-Barry, menggambarkannya sebagai "teman sejati" yang "mencintai teman-temannya, dia mencintai keluarganya".
James (Jim) Henderson, 33
Henderson adalah orang Inggris ketiga yang terbunuh.
Dia baru berada di Gaza selama lebih dari seminggu bersama Mr Chapman dan Mr Kirby. Mereka dijadwalkan kembali ke rumah dalam beberapa hari, menurut informasi yang diperoleh BBC.
Peran ketiganya sebagai penasihat keamanan adalah memastikan konvoi bantuan yang melakukan perjalanan di Gaza mengikuti prosedur keselamatan dan tetap berada di jalur yang benar.
Matthew Harding, direktur non-eksekutif perusahaan keamanan yang mempekerjakan mereka, mengatakan ketiganya memiliki pengalaman luas dalam manajemen risiko dan “semuanya sangat terlatih, sangat profesional”.
Dia menambahkan bahwa kematian mereka adalah "kehilangan yang benar-benar tragis bagi kami dan orang-orang yang mereka cintai".
Perdana Menteri Rishi Sunak berbicara dengan Netanyahu pada Selasa malam tentang serangan tersebut. Downing Street mengatakan perdana menteri mengatakan kepada Netanyahu bahwa dia terkejut dengan insiden tersebut dan menuntut penyelidikan menyeluruh dan transparan atas kematian mereka.
Sunak mengatakan sebelumnya bahwa dia "terkejut dan sedih" dan menyampaikan pemikirannya kepada teman dan keluarga para korban. Dia menambahkan bahwa badan amal bantuan harus “dipuji dan dipuji” atas pekerjaan mereka, dan mereka harus diizinkan untuk melakukannya “tanpa hambatan”.
Yakub Flickinger, 33
Pria berkebangsaan AS-Kanada ini lahir di Quebec dan telah bertugas selama 11 tahun di Angkatan Bersenjata Kanada. Dia telah menjadi sukarelawan di Gaza sejak awal Maret.
“Dia melakukan apa yang dia sukai, yaitu membantu orang lain,” kata ibunya, Sylvie Labrecque, kepada media Kanada, Rabu.
Baca tanpa iklan