Sebagian besar perang itu telah berakhir, dengan Iran dan Rusia mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mempertahankan kekuasaannya.
Namun, Suriah masih terpecah belah dengan berbagai faksi yang berkuasa di sejumlah wilayah.
Israel memanfaatkan kondisi itu dengan menargetkan militan/kelompok yang didukung Iran dan Hizbullah di Suriah, seperti diberitakan Al Jazeera.
Iran, Hizbullah Lebanon, dan Suriah bersekutu melawan Israel dan pendukung utama militer dan keuangannya, Amerika Serikat, serta kelompok bersenjata dan politik di Irak dan Yaman dalam apa yang disebut “poros perlawanan”.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel
Baca tanpa iklan