Pemimpin tertinggi sayap politik Hamas berbasis di Qatar, NHK melaporkan.
Sejauh ini, Qatar, bersama dengan Amerika Serikat dan Mesir telah terlibat dalam negosiasi di belakang layar selama berbulan-bulan, menengahi perundingan gencatan senjata Israel-Hamas, Hindustan Times melaporkan.
Prospek gencatan senjata di Gaza semakin menipis setelah Hamas meningkatkan tuntutannya agar Israel menghentikan perang dengan imbalan pembebasan sandera.
Sayangnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menampik permintaan tersebut, dikutip dari Reuters.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan