News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

"Bromance" Kim-Trump, Akankah Kembali?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bromance Kim-Trump, Akankah Kembali?

Saat ini, Kim bisa bersabar karena pesaingnya dan pemain signifikan lainnya dalam kepentingan di Asia Timur Laut sedang sibuk pada masalahnya masing-masing, tambah Nagy.

Trump misalnya, memiliki banyak masalah yang harus dihadapi, terutama di dalam negerinya sendiri. Korea Selatan juga sibuk dengan kekacauan politiknya sendiri. Cina juga memiliki masalah ekonomi dan masih mempertimbangkan sikapnya pada pemerintahan baru AS, sementara Rusia masih terus berperang di Ukraina, bahkan sedang berupaya menjaga ketahanan ekonominya.

"Sweet spot” geopolitik

"Kim berada pada semacam 'sweet spot' geopolitik saat ini, di mana semua pesaing di sekitarnya sedang sibuk dengan masalah mereka sendiri, sehingga ia bisa bersabar dan melihat apa yang akan ditawarkan AS," kata Nagy.

Kim juga memegang kartu yang lebih baik dibanding saat Trump terakhir kali menjabat, menyusul hubungan eratnya dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow, yang memberikan teknologi militer untuk Korea Utara meski Rusia terkena sanksi internasional.

Jika Trump benar-benar ingin menghidupkan kembali hubungannya dengan Kim dan berencana untuk menemukan solusi permanen terhadap situasi di Korea, maka Kim mungkin akan mendengarkannya, kata Moon. Namun, pemimpin Korea Utara itu mungkin butuh keyakinan yang lebih, tambahnya.

"Kim merasa dikhianati saat terakhir kali Trump gagal memenuhi janjinya. Kecuali Kim melihat inisiatif yang dapat diterapkan dan sangat jelas dari Trump, maka saya tidak yakin mereka akan kembali berdiskusi," tegasnya, seraya menambahkan bahwa Kim sadar strategi bertahan paling baik adalah dengan mendekat ke Rusia.

Artikel ini diadaptasi dari bahasa Inggris

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini