News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

15.000 Lebih Tentara Israel Jadi Korban Perang Gaza, Tapi Militer Israel Laporkan Data Beda Drastis

Penulis: garudea prabawati
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TENTARA ISRAEL. Tangkapan layar YouTube Al Jazeera yang diambil Rabu (29/1/2025) Menunjukkan Tentara Israel di Jalur Gaza. Dilaporkan lebih dari 15.000 tentara Israel menjadi korban selama perang genosidanya di Jalur Gaza, sejak 7 Oktober 2023. (Tangkapan layar YouTube Al Jazeera)

TRIBUNNEWS.COM - Dilaporkan lebih dari 15.000 tentara Israel menjadi korban selama perang genosidanya di Jalur Gaza, sejak 7 Oktober 2023.

Belasan ribu tentara zionis tersebut terluka selama perangnya melawan pasukan pembela Palestina, termasuk Hamas.

Data tersebut dari laporan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel.

Namun terdapat perbedaan yang kontras antara data yang disuguhkan Kemhan Israel dan pihak militer Israel.

Angka yang diumumkan oleh Kementerian secara signifikan lebih tinggi dari jumlah yang dilaporkan oleh tentara.

Militer zionis mengumumkan 5.667 tentara menjadi korban luka selama periode perang.

Menurut angka militer yang dikeluarkan oleh tentara Israel, 841 tentara telah tewas dan 5.667 lainnya terluka sejak pecahnya perang Gaza, mengutip Palestine Chronicle.

Laporan itu juga menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan tidak menjelaskan perbedaan besar antara kedua angka tersebut.

Kemhan Israel menambahkan bahwa tentara yang terluka telah memasuki program rehabilitasi di Departemen Rehabilitasi kementerian.

Tentara Israel Dianggap Gagal

Sebelumnya, Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Herzi Halevi mengatakan bahwa tentara zionis telah gagal selama perang di Gaza.

Baca juga: Ejek Donald Trump, Iran Minta Penduduk Israel Diusir Saja ke Greenland

Pernyataan itu dikatakannya bersamaan dengan pengunduran dirinya sebagai Kepala Staf Militer Israel.

Pengunduran diri Halevi akan berlaku pada 6 Maret 2025.

“Tentara Israel gagal dalam misinya untuk membela Israel, dan negara membayar harga yang mahal," ujar Halevi dalam surat pengunduran dirinya.

“Saya bertanggung jawab atas kegagalan tentara pada 7 Oktober 2023,” ujar Halevi lagi.

Halevi juga menyebut bahwa tentara zionis Israel menderita kerugian besar.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini