News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Mengapa Banyak Warga Thailand Jadi Sandera Hamas? Ternyata Ini Penyebabnya

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SANDERA HAMAS - Pekerja Thailand dari Israel turun di bandara Don Mueang pada Kamis (30/1/2025)pagi. Mereka adalah beberapa dari ribuan warga Thailand yang bekerja di Israel dan banyak diantara mereka jadi sandera Hamas. /Foto: Angkatan Udara Kerajaan Thailand

 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK - Lima warga negara Thailand yang disandera Hamas sejak serangannya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalu telah berhasil dibebaskan.

Lima warga Thailand itu dibebaskan pada, Kamis (30/1/2025) kemarin.

Mereka termasuk diantara 31 warga Thailand yang diculik oleh kelompok Hamas dimana  23 diantaranya telah dibebaskan.

Dua lainnya telah dipastikan tewas dan status satu orang yang tersisa belum jelas.

Menurut Kementerian Luar Negeri Thailand, 46 warga Thailand tewas selama konflik Hamas dan Israel.

Termasuk dua orang warga Thailand  yang tewas saat ditawan Hamas.

Mereka adalah bagian dari puluhan ribu pekerja Thailand di Israel.

PEMBEBASAN SANDERA - Kolase foto ini dibuat pada Jumat (31/1/2025) dari publikasi resmi Telegram Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) dan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Tel Aviv pada Kamis (30/1/2025) memperlihatkan sandera Israel; baris atas (kiri-kanan) Agam Berger, Arbel Yehud, dan Gadi Moshe Mozes; baris bawah (kiri-kanan) lima warga Thailand dan proses penyerahan mereka, saat dibebaskan oleh Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds dalam pertukaran tahanan ketiga antara Israel-Hamas di Jalur Gaza pada Kamis. (Telegram Brigade Al-Qassam/Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Tel Aviv)

Mengapa ada begitu banyak orang Thailand di Israel?

Israel pernah sangat bergantung pada pekerja Palestina.

Akan tetapi Israel mulai mendatangkan sejumlah besar pekerja migran setelah pemberontakan Palestina tahun 1987-93 yang dikenal sebagai Intifada pertama.

Sebagian besar pekerja migran itu berasal dari Thailand.

Dan warga Thailand tetap menjadi kelompok buruh tani asing terbesar di Israel saat ini.

Pekerja asal Thailand itu  memperoleh penghasilan jauh lebih banyak daripada yang mereka peroleh di negara asal mereka.

Thailand dan Israel menerapkan perjanjian bilateral satu dekade lalu untuk memudahkan jalan bagi pekerja di sektor pertanian.

Israel dikritik karena kondisi kerja buruh tani Thailand.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini