Sementara 18 orang lainnya terluka dan jumlah yang sama disandera.
"Sejauh ini, jenazah 15 warga Thailand telah dikembalikan ke kerajaan," katanya dikutip dari Bangkok Post.
Seraya menambahkan bahwa 4.771 warga Thailand telah kembali ke Thailand melalui 23 penerbangan yang disponsori pemerintah.
Setidaknya 40 warga Thailand yang mendaftar untuk belajar di Pusat Pelatihan Pertanian Internasional Arava di Israel telah kembali ke Thailand.
"Sementara 75 lainnya ingin tetap tinggal di negara tersebut," katanya.
Ia memberi nasihat kepada mereka yang tinggal di sana untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Dan menganjurkan agar mereka pulang terlebih dahulu dan mempertimbangkan kembali pilihan mereka.
Menteri Tenaga Kerja Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan kementerian tidak akan mengirim pekerja Thailand untuk melanjutkan pekerjaan mereka di Israel sampai perang berakhir.
Phiphat menghimbau para pekerja Thailand untuk menikmati istirahat bersama keluarga di provinsi asal mereka sementara Departemen Ketenagakerjaan bernegosiasi dengan Israel tentang cara mengizinkan mereka kembali bekerja di sana setelah situasi kembali normal.
Kementerian juga sedang berunding dengan Korea Selatan dan negara lain di Eropa, serta Australia, untuk melihat apakah mereka memiliki permintaan terhadap pekerja Thailand yang memiliki keahlian di bidang pertanian.
Sumber: AP/Bangkok Post
Baca tanpa iklan