Pada hari Sabtu, warga Palestina yang terluka diperkirakan akan diizinkan meninggalkan Gaza menuju Mesir melalui penyeberangan Rafah.
Rafah merupakan satu-satunya pintu keluar bagi warga Palestina selama perang sebelum Israel menutupnya pada bulan Mei.
Sebuah misi sipil Uni Eropa dikerahkan pada hari Jumat untuk mempersiapkan pembukaan kembali penyeberangan tersebut.
Pembukaan kembali ini akan menandai langkah penting lainnya dalam fase pertama gencatan senjata, yang menyerukan kembalinya warga Palestina ke Gaza utara dan peningkatan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang hancur tersebut.
Kementerian Kesehatan mengatakan 50 anak yang sakit dan terluka dijadwalkan dievakuasi melalui penyeberangan Rafah bersama 61 pendamping.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina Vs Israel
Baca tanpa iklan