News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1087: UE Sebut Ukraina Harus Dilibatkan dalam Diskusi Trump dan Putin

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN UKRAINA - Foto ini diambil pada Jumat (14/2/2025) dari publikasi resmi website Presiden Ukraina, memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam pertemuan dengan perwakilan bisnis tahun ini sebagai bagian dari platform Made in Ukraine dan Government-Business Dialogue di wilayah Rivne, Kamis (13/2/2025).

"Saya senang bahwa para pihak telah mulai menemukan bahasa yang sama, meskipun saya takut berapa biayanya," lanjutnya, seperti diberitakan The Guardian.

Zelensky: Ukraina Harus Terlibat dalam Perundingan Trump dan Putin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perundingan perdamaian tidak dapat diserahkan kepada Donald Trump dan Vladimir Putin saja, dan Ukraina tidak akan menerima kesepakatan yang dibuat.

Zelensky mengatakan tidak menyenangkan bahwa Trump telah berbicara dengan Rusia sebelum Ukraina.

Uni Eropa Dukung Zelensky agar Ukraina Aktif Terlibat Perundingan

Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan bahwa jika kesepakatan dibuat tanpa Ukraina, maka Eropa akan berada di pihak Ukraina.

“Ukraina akan menolak dan kami akan mendukung mereka," kata Kaja Kallas, Kamis.

Ia menuduh Washington bersikap “menenangkan” terhadap Rusia, dan menegaskan tidak ada kesepakatan di belakang Uni Eropa yang dapat berhasil.

“Anda membutuhkan Eropa, Anda membutuhkan Ukraina,” katanya. 

“Jika Ukraina memutuskan untuk menolak, Eropa akan mendukung prinsip-prinsipnya. Ya, kami akan berkurang 20 persen ​​jika AS memutuskan untuk menarik diri, tetapi Ukraina tetap akan mempertahankan prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas teritorial. Dan kami bersama-sama di sana," jelasnya.

Kanselir Jerman, Olaf Scholz juga menolak segala perdamaian yang dipaksakan, dengan menyatakan kemenangan Rusia atau keruntuhan Ukraina tidak akan menghasilkan perdamaian.

Ukraina Kuasai Sepertiga Wilayah Kursk

Ukraina tampaknya mengakui pada hari Kamis bahwa mereka menguasai sepertiga wilayah di wilayah Kursk barat Rusia yang awalnya direbutnya selama serangan mendadak pada tahun 2024.

“Saat ini kami memiliki zona keamanan kami sendiri di wilayah Federasi Rusia, di sepanjang perbatasan Ukraina , yang menguasai sekitar 500 kilometer persegi (190 mil persegi),” kata panglima tertinggi Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrsky. 

Angka tersebut turun dari klaim sebelumnya sebesar 1.400 km persegi.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Rusia VS Ukraina

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini