News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Modal Asing ke Tiongkok Menurun dalam 3 Tahun Terakhir

Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERGERAKAN SAHAM - Pergerakan saham terpantau dari monitor di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (28/4/2015). Tiongkok mesti menelan pil pahit karena pada Januari 2025, penanaman modal asing turun 13,4% secara year on year.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penanaman modal asing (PMA) ke Tiongkok berperan penting menyokong pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Termasuk, menyediakan modal, teknologi, dan peluang kerja. 

Dikutip dari Financial Post, Kamis (6/3/2025), Tiongkok mesti menelan pil pahit karena pada Januari 2025, PMA turun 13,4 persen secara year on year.

"Menandai awal tahun terlemah dalam tiga tahun terakhir," tulis Financial Post.

Data dari Kementerian Perdagangan Tiongkok menunjukkan penurunan tajam investasi, yang linier dengan kepercayaan investor.

Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi Tiongkok, lingkungan regulasi, dan posisi global. 

Alasan Penurunan Modal Asing

Penurunan PMA sebesar 13,4% secara year on year termasuk signifikan, dan dipengaruhi berbagai alasan. 

Pertama, iklim investasi yang 'mendingin' di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kedua, citra ekonomi Tiongkok yang secara struktural dinilai melemah.

Termasuk, kekhawatiran tentang kebijakan regulasi, ketegangan geopolitik, dan kondisi pasar. Selanjutnya, pergeseran sentimen investor terhadap destinasi alternatif di Asia dan sekitarnya.

Menurut Kementerian Perdagangan, total arus masuk PMA pada Januari 2025 turun ke level terendah sejak awal 2022.  

Penurunan ini menunjukkan bahwa perusahaan multinasional dan investor asing mengambil pendekatan yang hati-hati terhadap Tiongkok.

Mereka bahkan mengevaluasi kembali strategi investasi jangka panjang mereka.

Beberapa faktor telah berkontribusi terhadap penurunan arus masuk PMA ke Tiongkok. Ini termasuk ketidakpastian regulasi, ketegangan geopolitik, ekonomi domestik yang melambat, dan meningkatnya persaingan dari destinasi investasi alternatif.

Selama beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah menerapkan peraturan yang lebih ketat pada perusahaan teknologi, firma asing, dan lembaga keuangan. Dorongan pemerintah untuk kemandirian yang lebih besar di sektor-sektor penting, ditambah dengan tindakan keras regulasi pada keamanan data dan arus modal asing, telah membuat investor waspada. 

Penegakan regulasi yang tidak konsisten dan pembuatan kebijakan yang tidak transparan, semakin menambah kekhawatiran tentang stabilitas jangka panjang. Ketegangan yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan ekonomi Barat, khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa, telah menghalangi investasi asing. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini