News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Trump Bekukan VOA dan Media AS Lainnya, 1.300 Staf Dirumahkan

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DONALD TRUMP - Tangkapan layar YouTube White House pada Senin (17/3/2025) yang menunjukkan Presiden Trump Menyampaikan Pidato di Departemen Kehakiman Sabtu (15/3/2025). Trump membuat keputusan untuk memberhentikan sementara ratusan jurnalis di Voice of America (VOA) .

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengejutkan banyak pihak pada Sabtu (16/3/2025).

Ia membuat keputusan untuk memberhentikan sementara ratusan jurnalis di Voice of America (VOA) dan lembaga penyiaran lainnya yang didanai oleh pemerintah AS.

Keputusan tersebut datang secara mendadak dan mengakibatkan pembekuan kantor berita yang telah berdiri puluhan tahun.

Tentunya keputusan Trump ini berdampak besar kepada ratusan staf di VOA, Radio Free Asia, Radio Free Europe dan beberapa kantor lainnya.

Pasalnya para staf mendapatkan pemberitahuan melalui Email pada akhir pekan, dikutip dari ABS CBN.

Di mana mereka sudah tidak diperbolehkan untuk memasuki kantor.

Tidak hanya itu, mereka juga harus mengembalikan atribut pers yang diberikan oleh kantor.

Langkah ini memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan lembaga-lembaga penyiaran yang selama ini menjadi saluran informasi penting bagi masyarakat internasional.

Keputusan untuk memberhentikan jurnalis dan membekukan kantor-kantor berita ini mengikuti perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump pada Jumat (14/3/2025) sebelumnya. 

Dalam perintah tersebut, Badan Media Global AS dituliskan sebagai salah satu elemen birokrasi federal yang dianggap tidak lagi diperlukan. 

Sementara itu, seorang pendukung fanatik Trump yang ditunjuk untuk memimpin lembaga penyiaran tersebut, Kari Lake telah mengirimkan Email kepada media dengan mengatakan bahwa  dana hibah federal tidak lagi melaksanakan prioritas dari kantor berita.

Gedung Putih mengklaim bahwa pemotongan dana ini bertujuan untuk memastikan bahwa "para pembayar pajak tidak lagi terjerat propaganda radikal." 

Baca juga: Kebijakan Ceroboh Trump Bikin Industri Pariwisata Boncos, Turis Ramai-Ramai Batalkan Pelesiran ke AS

Reaksi dari Pimpinan VOA dan Radio Free Europe/Liberty

Direktur VOA, Michael Abramowitz, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keputusan tersebut.

Hampir seluruh stafnya yang terdiri dari 1.300 jurnalis, produser, dan asisten telah diberi cuti administratif.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, ia mengatakan bahwa ia termasuk di antara 1.300 staf yang diberi cuti pada hari Sabtu (15/3/2025).

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini