Meski tindakan Israel mendapat kecaman dari sejumlah pihak dan pemimpin dunia, namun hal tersebut tak membuat Netanyahu mundur.
Netanyahu justru makin beringas, melanjutkan serangan mematikan hingga Jumlah korban tewas menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza mencapai 590 orang.
Di antara korban adalah anak-anak, perempuan dan orang tua.
Akibat serangan tersebut, petugas kesehatan kewalahan dan rumah sakit di seluruh Jalur Gaza hampir lumpuh karena membanjirnya pasien.
Kondisi semakin diperburuk lantaran selama 18 hari terakhir, tak ada truk bantuan yang bisa memasuki Gaza termasuk truk berisi perlengkapan medis.
Lebih lanjut, selain persediaan medis yang memperburuk situasi, terjadi pula kelangkaan bahan bakar.
Sebagian besar rumah sakit di Gaza berisiko kolaps dan ditutup jika tidak menerima bahan bakar dalam beberapa hari mendatang.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan