"Komunikasi terakhir, saat dia (Fabian) mau mengambil miqot di Bir Ali, saya pesan pada Fabian, Le (red : nak) setelah ambil miqot jangan main HP, langsung dimatikan, sudah fokus ibadah saja," ulasnya.
Rupanya, setelah mengambil miqot dan meneruskan perjalanan menuju Makkah. Bus yang ditumpangi Fabian dan Eny mengalami kecelakaan. Bus menabrak mobil Jeep yang tumpangi warga Bangladesh hingga akhirnya terguling dan terbakar.
"Ada dari perwakilan travel datang kerumah memberi info tentang kecelakaan, katanya ada 6 orang yang meninggal. Lha terus tak tanya, anak ku pie mbak ku pie (red: anak dan kakak saya bagaimana) dijawab mbak sampean meninggal dunia dan anak sampean selamat," ucap Agung mengulang percakapannya dengan orang travel.
KJRI jemput bola ganti paspor jemaah yang terbakar
Di hari keempat penanganan kasus kecelakaan bus Jamaah Umroh asal Indonesia yang menewaskan 6 orang jamaah, Konjen RI Jeddah, Yusron B Ambary didampingi Ketua Satgas Pelindungan, Neni Kurniati dan Staf Teknis Imigrasi, Okky Aditya Yaksa mendatangi hotel tempat jamaah yang selamat menginap di Mekkah.
Dalam kunjungan tersebut Tim KJRI berbicara panjang lebar dengan para korban mengenai kecelakaan yang menimpa mereka.
Konjen RI sampaikan ucapan keprihatinan kepada para jamaah dan meminta agar mereka tabah sehingga program ibadah mereka dapat berjalan baik.
KJRI Jeddah juga telah mengeluarkan dokumen perjalanan bagi para korban yang kehilangan paspor dalam insiden tersebut.
Tim Imigrasi KJRI Jeddah yang datang membawa imigration mobile device juga memproses pembuatan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor jamaah yang hilang/terbakar.
Dari hotel, KJRI juga mengunjungi 2 Rumah Sakit tempat 2 orang korban luka dirawat di Mekkah dan Jeddah untuk mengambil sidik jari dan pas foto guna pengurusan SPLP.
Total 12 orang telah diproses pembuatan SPLP-nya yang akan selesai malam ini dan akan diserahkan kepada jamaah besok.
"Satu orang korban masih memiliki paspor, sementara 1 lagi atas nama Fabian belum dapat diproses karena kondisi kesehatannya yang masih dalam perawatan intensif," kata Yusron dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com.
Tim KJRI juga turut mengurus pemulasaraan jenazah enam WNI yang meninggal dalam kecelakaan bus tragis ini.
Kabar baiknya, sebelas jemaah yang sempat dirawat di rumah sakit telah dinyatakan pulih dan kembali ke Mekkah untuk melanjutkan ibadah umrah mereka.