News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Kata Putin kepada Tahanan Rusia yang Dibebaskan: Berterima Kasihlah kepada Hamas

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMBEBASAN SANDERA - Tangkap layar YouTube Associated Press pada 17 April 2025, memperlihatkan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan sandera Israel yang dibebaskan Hamas. Dalam pertemuan tersebut, Putin meminta sandera untuk berterima kasih kepada Hamas

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin, bertemu dengan mantan sandera Rusia-Israel, Sasha Troufanov, pada Kamis (17/4/2025).

Troufanov menghabiskan hampir 500 hari dalam tahanan di Gaza.

Dalam pertemuan tersebut, Putin meminta Troufanov untuk menyampaikan terima kasih kepada Hamas atas tindakan kemanusiaan mereka yang memungkinkan pembebasannya.

"Fakta bahwa Anda berhasil dibebaskan merupakan hasil dari hubungan Rusia yang stabil dan jangka panjang dengan rakyat Palestina, para perwakilannya, serta berbagai organisasi," ujar Putin kepada Troufanov di Kremlin.

Troufanov didampingi oleh ibunya, Elena Trufanova, dan pasangannya, Sapir Cohen, yang juga sempat ditawan oleh Hamas.

"Saya rasa kita perlu menyampaikan ucapan terima kasih kepada sayap politik Hamas karena telah bekerja sama dengan kami dan melaksanakan tindakan kemanusiaan ini," lanjut Presiden Rusia itu dalam sebuah cuplikan video yang diunggah oleh jaringan RT yang didanai pemerintah Rusia.

Putin menambahkan akan terus menjalin kerja sama dengan Hamas guna memastikan pembebasan sandera lainnya.

Menurut laporan New York Post, Troufanov (29) dibebaskan pada Februari lalu bersama dua sandera lain, Sagui Dekel-Chen dan Yair Horn.

Pembebasan ketiganya dirayakan di atas panggung di wilayah Khan Yunis.

Setelah pembebasan para sandera tersebut, Putin memuji "itikad baik" pimpinan Hamas dan menekankan peran diplomatik Moskow di Timur Tengah, dalam pertemuan dengan Kepala Rabbi Rusia, Berel Lazar, menurut Jerusalem Post.

PEMBEBASAN SANDERA - Tangkap layar YouTube Associated Press pada 17 April 2025, memperlihatkan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan sandera Israel yang dibebaskan Hamas. Dalam pertemuan tersebut, Putin meminta sandera untuk berterima kasih kepada Hamas (Tangkap layar YouTube Associated Press)

Kelanjutan Gencatan Senjata Israel-Hamas

Mengutip First Post, Hamas menyatakan kesediaannya untuk membebaskan semua sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.

Baca juga: Tolak Gencatan Senjata Parsial, Hamas Siap Bebaskan Semua Sisa Sandera Israel demi Akhiri Perang

Namun, Hamas menuntut gencatan senjata permanen, bukan sementara.

Khalil al-Hayya, pemimpin perundingan dari Hamas, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (17/4/2025), menyatakan bahwa mereka tidak lagi menerima kesepakatan sementara.

Hamas menawarkan negosiasi “paket komprehensif” yang mencakup pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan, dengan imbalan dihentikannya perang di Gaza, pembebasan warga Palestina yang dipenjara oleh Israel, dan dimulainya kembali pembangunan di Gaza.

“Netanyahu dan pemerintahannya menggunakan perjanjian parsial sebagai kedok untuk agenda politik mereka, yang didasarkan pada kelanjutan perang pemusnahan dan kelaparan — bahkan jika itu harus mengorbankan semua tahanan mereka (sandera),” ujar Hayya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini