News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Robot Penjelajah Curiosity NASA Temukan Bukti Penting Kalau Planet Mars Layak Huni

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WAJAH PERMUKAAN MARS - Panorama sore hari di Permukaan Planet Mars yang dikonstruksi Jason Major berdasarkan foto yang diambil kamera Mastcam pada wahana antariksa Curiosity. Belakangan, robot penjelajah NASA tersebut menemukan siderit, mineral yang hanya dapat terbentuk melalui presipitasi karbon di atmosfer.

Robot Penjelajah Curiosity NASA Temukan Bukti Penting Kalau Planet Mars Layak Huni

TRIBUNNEWS.COM - Robot penjelajah, 'Curiosity' milik NASA dilaporkan membuat penemuan penting yang mengungkap sejarah iklim Planet Mars.

Untuk pertama kalinya, bukti langsung siklus karbon, yang sebelumnya hanya berupa teori, telah ditemukan di Planet Merah tersebut.

Baca juga: Arkeolog: Gunung Padang Piramida Tertua di dunia, Dibangun 25 Ribu Tahun Lalu Bukan Oleh Manusia

Dalam sebuah penggalian di Kawah Gale, laporan menyatakan kalau robot Curiosity menemukan siderit, mineral yang hanya dapat terbentuk melalui presipitasi karbon di atmosfer.

Tanda Layak Huni

Penemuan ini menunjukkan kalau Mars memiliki siklus karbon aktif sekitar 3,5 miliar tahun lalu, yang mendukung prediksi tentang kelayakhunian planet tersebut. 

Anews melansir, ahli geokimia dari Universitas Calgary, Prof Dr. Benjamin Tutolo menyatakan, "Temuan ini memberi tahu kita bahwa Mars layak huni, dan hipotesis kita tentang hal (Mars layak huni) ini akurat".

Selama bertahun-tahun, komunitas ilmiah internasional telah mencari bukti adanya air di Mars. 

Fitur permukaan seperti danau, sungai, dan sisa-sisa lautan menunjukkan kalau air cair pernah ada dalam jumlah yang melimpah.

Namun, agar air dapat ada, harus ada cukup karbondioksida di atmosfer.

Robot penjelajah NASA 'Curiosity' di Planet Mars. (NASA/dok)

Sebelum penemuan ini, Tutolo sempat menjelaskan, "Model (hipotesis Mars layak huni) memperkirakan bahwa mineral karbonat seharusnya tersebar luas di permukaan Mars, tetapi hingga kini, baik satelit yang mengorbit maupun kendaraan permukaan belum menemukan bukti yang jelas mengenai mineral ini."

Melalui analisis difraksi sinar-X yang dilakukan oleh Curiosity pada tahun 2022 dan 2023, siderit ditemukan dalam bentuk kristal yang hampir murni dalam sampel yang dikumpulkan dari berbagai titik kawah.

Mineral ini mengandung zat besi, karbon dioksida, dan sejumlah kecil magnesium.

Siderit sebelumnya tidak terdeteksi di permukaan Mars.

Alasannya adalah garam magnesium sulfat yang larut dalam air, yang diamati dari orbit, telah menekan sinyal mineral karbonat.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa mineral ini kemungkinan tersebar luas di Mars dan mungkin tersembunyi di wilayah ini.

Permukaan Planet Mars (Gambar oleh WikiImages dari Pixabay)

Siklus Karbon Tidak Stabil

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini