Tarif yang tinggi ini berpotensi menekan arus perdagangan global, menaikkan biaya produksi, dan memicu ketidakpastian di kalangan pelaku usaha dan investor. Ini bisa menghambat pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan memperlambat laju pertumbuhan global, terutama di sektor-sektor yang sangat bergantung pada rantai pasok internasional.
Dengan demikian, meskipun nada hubungan bilateral AS-Cina kini lebih positif, para analis tetap mewanti-wanti bahwa fondasi hubungan tersebut belum berubah secara fundamental. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas di pasar, khususnya jika terjadi perubahan mendadak dalam kebijakan atau jika ketegangan kembali mencuat.
Baca tanpa iklan