Berbicara di KTT Arab, Presiden Palestina: PLO Satu-satunya yang Sah, Hamas Harus Lepas Gaza
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan rakyat Palestina sedang menghadapi kampanye genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
Dia menekankan kalau fase kritis saat ini membutuhkan dukungan Arab dan internasional yang lebih besar.
Hal itu dikatakan Abbas saat berbicara di konferensi negara-negara Arab (Konferensi Tingkat Tinggi/KTT) Arab di Baghdad, 17 Mei 2025.
Baca juga: Media Israel: Jasad Mohammed Sinwar Ditemukan Bersama Komandan Lain Hamas: 10 Ajudan Shabana Tewas
Pada momen itu, Abbas menyerukan rencana Arab yang komprehensif untuk mengakhiri agresi Israel.
Dia juga, mendesak pembentukan gencatan senjata yang permanen dan inklusif sebagai langkah menuju penerapan solusi dua negara dan mendirikan negara Palestina yang merdeka.
Ia menguraikan visi politiknya, yang mencakup penghentian tindakan sepihak Israel seperti perluasan permukiman dan pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka.
Baca juga: Israel Justru Persenjatai Hamas, Al-Qassam Belah Ribuan Bom yang Belum Meledak Jadi Amunisi
PLO Satu-satunya yang Sah, Hamas Harus Lepas Gaza
Ia menegaskan kembali bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) tetap menjadi satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina.
"Selain itu, dia menambahkan kalau kelompok mana pun (di Palestina) yang ingin bergabung harus mengakui legitimasi ini," kata laporan RNTV, dikutip Minggu (18/5/2025).
Abbas mendesak Hamas untuk melepaskan kendalinya atas Jalur Gaza dan menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina.
Ia juga meminta semua faksi Palestina untuk menyerahkan persenjataan mereka guna mendukung pengambilan keputusan Palestina yang terpadu.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump atas upaya yang dilakukan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat tinggi serta menteri dari berbagai negara Teluk.
Termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menteri Luar Negeri dari negara-negara seperti Suriah, UEA, Maroko, Aljazair, Lebanon, Yordania, Oman, Tunisia, Arab Saudi, dan Bahrain.
Tidak hanya itu, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, dan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca tanpa iklan