Jet Dassault Rafale hingga Kapal Selam Kelas Scorpene, Alutsista yang Ditaksir Indonesia dari Prancis
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah situs web militer dan pertahanan mengabarkan, kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Jakarta, menjadi titik balik dari kuatnya minat Indonesia atas Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang diproduksi Prancis.
Keinginan itu dilaporkan diwujudkan dalam penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Indonesia dan Prancis.
Baca juga: Adu Keras AS-China Bikin Jet Tempur Generasi ke-6: Trump Baru Berkoar F-47, Jet J-36 Nongol Duluan
"Pada tanggal 28 Mei 2025, selama kunjungan penting Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Jakarta, menteri pertahanan Indonesia menandatangani surat pernyataan yang mengisyaratkan ambisi negara untuk memperoleh tambahan perangkat keras militer buatan Prancis, termasuk jet tempur Dassault Rafale, kapal selam Scorpène, fregat ringan, dan sistem artileri CAESAR," tulis laporan situs militer dan pertahanan BM, dikutip Jumat (30/5/2025).
Dalam pembaruan informasinya, situs BM tersebut, merujuk pada lansiran La Tribune, mengutip “sumber relevan,” Indonesia kemungkinan memesan antara 8 dan 16 jet tempur Dassault Rafale, jumlah yang jauh lebih sedikit dari perkiraan beberapa pengamat Prancis sebelumnya.
"Daripada pemasok lama macam Rusia dan Amerika, Indonesia tampaknya lebih memilih pemasok Prancis dan pesawat China ," tulis situs khusus tersebut.
"Penandatanganan tersebut dapat dilakukan di sela-sela parade 14 Juli, di mana Presiden Indonesia Prabowo Subianto diundang sebagai tamu kehormatan," sumber lain, BFMTV, mengumumkan dalam artikelnya.
Berikut Kronologi Kesepakatan Rafale Indonesia merujuk lansiran BM:
Februari 2018: Indonesia menandatangani kesepakatan senilai $1,14 miliar dengan Rusia untuk 11 jet tempur Su-35, yang sebagian didanai melalui ekspor minyak kelapa sawit. Kesepakatan tersebut menghadapi kendala karena potensi sanksi AS berdasarkan Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi [CAATSA].
2020: Seorang pejabat Indonesia mengonfirmasi kepada Jane's bahwa kesepakatan Su-35 dibatalkan karena keterbatasan anggaran dan risiko sanksi. Indonesia mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 36 jet Rafale Prancis dan pesawat F-15EX AS sebagai gantinya.
Desember 2021: Kepala Angkatan Udara Indonesia Marsekal Fajar Prasetyo mengonfirmasi peralihan dari Su-35 Rusia ke jet Rafale Prancis dan F-15EX AS, dengan alasan keuangan.
Februari 2022: Indonesia menandatangani perjanjian dengan Prancis untuk pengadaan 42 jet tempur Rafale, yang nilainya sekitar $8,1 miliar [tidak termasuk persenjataan]. Pendanaan untuk pembelian tahap pertama sejumlah 6 jet tempur [$1,1 miliar] diambil dari anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2021.
Desember 2022: Pendanaan tambahan sebesar $4,1 miliar untuk kesepakatan Rafale diusulkan, sambil menunggu persetujuan pada tahun 2023 atau 2024, untuk memastikan pengiriman seluruh 42 jet.
April 2023: Indonesia membayar $2,3 miliar untuk gelombang kedua 18 jet Rafale F4.1, sehingga total pesanan tetap 42 pesawat.
Oktober 2023: Pembelian 24 jet Rafale dikonfirmasi, dengan kesepakatan untuk 18 jet sisanya diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2024.
Baca tanpa iklan