Di sisi lain, Oyun-Erdene memang pernah diduga melakukan korupsi terkait penggelapan ekspor batu bara miliaran dolar AS ke Tiongkok.
Hal ini mengakibatkan protes massal terhadap dirinya meletus pada tahun 2022 lalu.
Meskipun Oyun-Erdene tidak terbukti terkait dugaan korupsi tersebut, namun muncul dugaan lain soal penyelewengan dana publik oleh anak sang perdana menteri.
Kembali lagi, hal tersebut berkaca dari unggahan pertunangan mewah anak Oyun-Erdene di media sosial.
Sementara seorang analis dan pengamat politik Mongolia, Bolor Lkhaajav, menuturkan bahwa indeks korupsi Mongolia pada tahun 2024 mengalami penurunan.
Bolor juga menyebut bahwa 'korupsi dan pengaruh politik saat hakim menjalankan perannya sebagai pengadil masih terjdi'.
"Jika Anda melihat indeks korupsi, indeks tersebut telah turun, dan salah satu penjelasannya adalah meskipun Perdana Menteri telah mengungkap banyak kasus korupsi, tidak ada yang dilakukan. Jadi sekarang semua orang melihat peradilan," katanya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
Baca tanpa iklan