Hal ini kemungkinan disebabkan oleh ketatnya persaingan di industri seni serta kebutuhan akan gelar lanjutan untuk mencapai posisi atas.
Jurusan seni liberal dan seni rupa masing-masing memiliki tingkat pengangguran 7,9%, dengan persentase ketidakpuasan lulusan yang hampir sama.
Jurusan sejarah mencatat tingkat pengangguran 7,5 persen, dan 29 persen lulusannya menyesal telah memilih jurusan ini.
Namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan 42 persen lulusan Bahasa Inggris di AS yang menyesali pilihan gelar mereka.
Meski begitu, secara keseluruhan, pendidikan tinggi tetap meningkatkan peluang kerja dan pendapatan.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, lulusan sarjana memperoleh penghasilan 80 persen lebih tinggi dibandingkan lulusan sekolah menengah.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan