News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Elon Musk Minta Maaf ke Trump, Hapus Cuitan soal Pemakzulan

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ELON MUSK - Gambar diambil dari Facebook White House pada Minggu (1/6/2025), memperlihatkan CEO Tesla Elon Musk, yang keluar dari kepemimpinan DOGE di bawah pemerintahan Trump, mengangkat hadiah kunci emas pada hari perpisahannya di Gedung Putih pada hari Jumat (30/5/2025). Foto tersebut diunggah pada hari Sabtu (31/5/2025). Elon Musk pada Rabu (11/6/2025) menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

TRIBUNNEWS.COM - Elon Musk pada Rabu (11/6/2025) menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Musk mengaku beberapa unggahannya di media sosial yang memicu perseteruan publik antara keduanya.

"Saya menyesali beberapa unggahan saya tentang Presiden @realDonaldTrump minggu lalu. Unggahan itu bertindak terlalu jauh," tulis Musk di platform X.

Musk sebelumnya menyerukan agar Trump dimakzulkan

Ia juga mengklaim bahwa nama sang presiden tercantum dalam berkas Jeffrey Epstein, mendiang pemodal yang terlibat kasus pelecehan seksual.

Cuitan-cuitan tersebut kini telah dihapus.

Perseteruan dimulai setelah Musk secara terbuka menolak RUU “One Big Beautiful Bill Act” yang didukung Trump.

Musk menyebut RUU pengeluaran besar itu merusak kinerja Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), lembaga yang dipimpinnya sebagai "pegawai pemerintah khusus".

Ia mengecam RUU itu sebagai “kekejian menjijikkan” dan memperingatkan bahwa anggaran tersebut dapat membuat AS bangkrut.

Trump membalas dengan mengatakan Musk telah "kehilangan akal sehat".

Presiden menuduhnya marah karena hilangnya subsidi miliaran dolar untuk perusahaan kendaraan listrik seperti Tesla.

Baca juga: Ayah Elon Musk Yakin Perseteruan dengan Trump Hanya Sementara: Seperti Suami Istri Bertengkar

Gedung Putih juga membantah tuduhan Musk soal keterlibatan Trump dalam dokumen Epstein.

Selain itu, Musk menjawab “ya” kepada pengguna media sosial yang menyerukan agar Trump dimakzulkan dan digantikan oleh Wakil Presiden JD Vance.

Trump kemudian mengancam akan membatalkan kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan milik Musk, termasuk SpaceX.

Pada Senin (9/6/2025), Trump menyatakan tetap akan mempertahankan layanan internet satelit Starlink milik Musk untuk digunakan di Gedung Putih, menurut laporan CNBC.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini