News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Iran Vs Israel

Israel Serang Iran dari Segala Arah, Apa Sebenarnya yang Diincar Netanyahu?

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NETANYAHU - Foto ini diambil dari publikasi Instagram Netanyahu pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato dan mengancam Hizbullah Lebanon pada 24 September 2024. Pada Sabtu (22/2/2025), Israel menunda pembebasan 620 tahanan Palestina karena mengklaim Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku mulai 19 Januari 2025. Kenapa Netanyahu serang Iran? apakah Netanyahu ingin gulingkan rezim?

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim operasi militer ke Iran bertujuan mencegah pengembangan senjata nuklir.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan target serangan jauh lebih luas—bahkan menyasar langsung pusat kekuasaan Iran.

Sejak Jumat (13/6/2025), Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai titik strategis di Iran.

Selain fasilitas nuklir, jet tempur Israel juga menghantam gedung Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan di Teheran.

Markas besar kepolisian dan pusat komando Pasukan Quds juga menjadi sasaran.

Pasukan Quds merupakan unit elite Garda Revolusi Iran yang berada langsung di bawah Ayatollah Ali Khamenei.

Israel juga menyerang ladang gas South Pars, salah satu cadangan gas alam terbesar di dunia.

Ladang ini menjadi sumber energi utama bagi militer Iran.

Menurut Clive Jones, profesor keamanan regional dari Durham University, serangan ini mengikuti prioritas bertahap.

Pertama, menghentikan atau memperlambat program nuklir Iran.

Kedua, melemahkan sistem militer dan kepemimpinan yang mendukungnya.

Baca juga: Pernyataan Bersama 23 Negara Arab dan Islam Sikapi Agresi Israel Akan Dibawa ke Konferensi OKI

“Israel menyerang pabrik bahan bakar dan tanker pengisian yang berkaitan dengan program rudal,” kata Jones.

Filippo Dionigi dari University of Bristol menyebut, beberapa target dipilih untuk menciptakan efek kejut.

Termasuk serangan ke gedung pemerintah saat siaran langsung televisi.

Tujuannya adalah mengganggu rantai komando dan menciptakan kekacauan internal.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini