News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Keracunan Makanan dan Harus Istirahat 3 Hari, Sidang Korupsi Ditunda hingga September

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BENJAMIN NETANYAHU - Tangkapan layar YouTube IsraeliPM yang diambil pada Minggu (22/6/2025) yang menampilkan Pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu soal serangan AS ke Iran.Netanyahu dilaporkan menggelar rapat kabinet keamanan mendadak selama lima jam penuh pada malam serangan udara Amerika

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu keracunan makanan dan harus beristirahat selama tiga hari.

Hal ini diumumkan oleh Kantor Perdana Menteri pada Minggu (20/7/2025) setelah Netanyahu absen dari rapat mingguan kabinet.

Menurut laporan The Times of Israel dan Haaretz, Netanyahu jatuh sakit pada Sabtu (19/2025) malam.

Netanyahu lantas diperiksa oleh Dr Alon Hershko, Direktur Departemen Penyakit Dalam di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem.

Dokter menyatakan ia menderita radang usus akibat makanan basi yang menyebabkan dehidrasi.

Netanyahu mendapat cairan infus dan kini dalam kondisi stabil.

Namun PM Israel itu tetap perlu istirahat penuh.

Akibat kondisinya, sidang kasus korupsi yang menjerat Netanyahu ditunda hingga September.

Sidang seharusnya digelar pada Senin (21/7/2025) dan Selasa (22/7/2025).

Menurut pengadilan, persidangan baru dapat dilanjutkan setelah masa reses musim panas berakhir pada 5 September.

Kasus Korupsi Netanyahu: Tuduhan dan Perkembangannya

Baca juga: Netanyahu Minta Maaf, Akui Menyesal atas Serangan Tank Mematikan di Gereja Gaza

Netanyahu sedang diadili dalam tiga kasus pidana utama sejak 2020, yang mencakup tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Berikut rinciannya:

  • Kasus 1000

Netanyahu dituduh menerima hadiah senilai ratusan ribu shekel (setara ratusan juta rupiah) berupa cerutu, sampanye, dan perhiasan dari miliarder Arnon Milchan dan James Packer sebagai imbalan untuk perlakuan istimewa.

  • Kasus 2000

Netanyahu dituduh melakukan negosiasi rahasia dengan pemilik surat kabar Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes, agar pemberitaannya dibuat lebih positif.

Sebagai imbalannya, Netanyahu akan membatasi sirkulasi harian pesaingnya, Israel Hayom.

  • Kasus 4000 (yang paling serius)

Netanyahu dituduh memberikan keuntungan regulasi kepada perusahaan telekomunikasi Bezeq, milik pengusaha Shaul Elovitch, sebagai imbalan atas liputan positif di situs berita milik Elovitch, Walla! News.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini