TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.528 pada Jumat (1/5/2026).
Laporan terbaru menyebut kapal yang mengangkut gandum Ukraina, diduga hasil curian batal bongkar muat di Israel setelah kecaman dari Kyiv.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha memperingatkan dunia untuk tidak membeli atau terlibat dalam perdagangan gandum ilegal tersebut.
Invasi Rusia ke Ukraina berawal dari serangan besar pada 24 Februari 2022 atas perintah Presiden Vladimir Putin, setelah ketegangan yang telah meningkat sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan konflik di Donbas.
Situasi semakin kompleks ketika Ukraina memperkuat orientasi ke Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dianggap Rusia sebagai ancaman strategis.
Sementara itu, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat terus menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia sekaligus mengalirkan dukungan militer untuk Kyiv.
Hingga kini, perang belum menunjukkan tanda berakhir karena sengketa wilayah dan kepentingan geopolitik kedua pihak masih buntu.
Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.528, Jumat (1/5/2026):
Kapal Gandum Curian Diusir, Ukraina Serang Armada Bayangan
Sebuah kapal pembawa gandum Ukraina yang diduga hasil curian batal bongkar muat di Israel setelah mendapat kecaman keras dari Kyiv.
Baca juga: Rudal S-71K Kover Ubah Strategi Serangan Udara Rusia di Ukraina, Adaptasi Hadapi Pertahanan Patriot
Kapal Panormitis itu kemudian meninggalkan perairan Israel menuju laut netral.
Jaksa Agung Ukraina, Ruslan Kravchenko, menyebut langkah itu terjadi setelah tindakan hukum yang diambil Ukraina.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan akan ada kampanye lebih sistematis terhadap kapal-kapal pembawa gandum ilegal.
“Kami akan bertindak secara sistematis terhadap armada gandum bayangan, seperti terhadap armada minyak bayangan,” tegasnya.
Ukraina Peringatkan Dunia: Jangan Beli Gandum Curian
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengatakan pihaknya akan terus melacak kapal tersebut.
Ia memperingatkan semua pihak agar tidak terlibat dalam operasi terkait kapal itu.
Baca tanpa iklan