News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Terbuka Bertemu Zelensky, tapi Hanya jika Syarat Ini Dipenuhi

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VLADIMIR PUTIN - Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat untuk menyambut Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) sebelum pembicaraan mereka di Moskow pada 25 April 2025. Setelah pertemuan itu, Putin mendadak mengumumkan gencatan senjata dengan Ukraina selama 3 hari pada 8 hingga 10 Mei 2025. Perintah gencatan senjata dari Rusia ini ditolak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Hubungan mereka bersifat strategis, menjadikan Belarus "pagar hidup" Rusia yang berbatasan dengan Ukraina dan NATO.

Aliansi ini juga diperkuat oleh perjanjian resmi melalui Persatuan Negara yang mengikat kedua negara secara militer dan ekonomi.

Diplomasi di Balik Layar dan Retorika Panas

Sementara itu, Putin juga menegaskan bahwa pembicaraan damai harus dilakukan secara non-publik, tanpa sorotan media, dan tanpa tekanan politik.

Ia mengusulkan pembentukan tiga kelompok negosiasi sebagai kerangka awal, dan menyebut respons awal Ukraina terhadap usulan itu "positif."

Retorika keras terus berlanjut.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.258: Ajudan Trump Tuduh India Biayai Perang Lewat Impor Minyak Rusia

Trump mengaku kecewa dengan percakapan terakhirnya dengan Putin dan menyebut pemimpin Rusia itu “banyak bicara omong kosong.”

Kyiv Post melaporkan bahwa Trump telah memberi tenggat waktu baru kepada Moskow hingga 8 Agustus untuk memulai gencatan senjata, atau menghadapi sanksi baru dari Amerika Serikat.

Walau Putin menyatakan keterbukaan terhadap pertemuan langsung dengan Zelensky, ketidakjelasan syarat dan keraguan dari pihak Ukraina membuat prospek pembicaraan damai tetap abu-abu.

Di tengah tekanan diplomatik dan ancaman sanksi baru dari AS, waktu akan menentukan apakah kesediaan Rusia untuk berdialog adalah langkah tulus atau sekadar strategi politik.

(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini