Selama masa itu, mereka nyaris tidak pernah keluar rumah demi menghindari penganiayaan, bahkan ada yang sempat mencoba melarikan diri tetapi terhambat di perbatasan.
Pemulangan ini menjadi secercah harapan bagi keluarga dan masyarakat Ukraina yang masih terpisah oleh perang.
Putin Undang Trump ke Rusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah mengusulkan agar Presiden AS Donald Trump bertemu di Moskow pada pertemuan berikutnya.
Trump mengakui bahwa gagasan itu akan kontroversial, tetapi tidak sepenuhnya menolaknya.
Tawaran Putin untuk mengadakan pertemuan puncak berikutnya di ibu kota Rusia — permintaan yang ia buat dalam bahasa Inggris — memicu reaksi beragam dari Trump.
Presiden Amerika mengakui bahwa menyetujui usulan ini akan sangat kontroversial, tetapi ia tidak menutup pintu sepenuhnya.
"Menarik, saya akan mengomentarinya sedikit. Tapi saya bisa membayangkan itu mungkin," kata Trump.
Kedua presiden tersebut hanya membuat pernyataan pribadi pada konferensi pers bersama, tanpa menjawab pertanyaan wartawan.
Rusia Serang Ukraina saat Putin Kunjungi Alaska
Zelensky mengatakan Rusia terus menyerang Ukraina menjelang KTT Trump-Putin, tetapi mengklaim upayanya untuk menunjukkan kekuatan dengan serangan baru di timur telah gagal.
"Pada hari negosiasi, mereka juga membunuh orang. Dan itu menunjukkan banyak hal," kata Zelensky di Telegram pada hari Jumat.
"Perang terus berlanjut. Perang terus berlanjut justru karena tidak ada perintah, atau indikasi apa pun bahwa Moskow sedang bersiap untuk mengakhiri perang ini," lanjutnya, lapor The Guardian.
Istri Trump Surati Putin
Istri Presiden AS Donald Trump, Melania Trump, mengirim surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, membahas tentang anak-anak Ukraina dan Rusia yang menderita karena perang.
Dua pejabat Gedung Putih pada hari Jumat mengtatakan Presiden Trump menyerahkan surat tersebut langsung kepada Putin selama pertemuan puncak mereka di Alaska, menurut laporan para pejabat kepada Reuters.
Melania Trump, wanita kelahiran Slovenia, tidak ikut dalam perjalanan ke Alaska pada hari Jumat.
Para pejabat tidak mau mengungkapkan isi surat itu selain mengatakan bahwa surat itu menyebutkan penculikan anak-anak akibat perang di Ukraina.
Baca tanpa iklan