Polisi Ukraina: Ada Jejak Rusia dalam Penembakan Mantan Ketua DPR Ukraina
TRIBUNNEWS.COM - Pihak penegak hukum Ukraina, Senin (1/9/2025) mengklaim kalau seorang pria yang ditangkap atas pembunuhan mantan ketua parlemen Ukraina, Andriy Parubiy terafiliasi dengan Rusia.
Andriy Parubiy, tokoh terkemuka gerakan protes pro-Eropa di Ukraina pada tahun 2004 dan 2014, ditembak mati pada hari Sabtu (30/8/2025) di kota Lviv, Ukraina barat.
Baca juga: VIDEO Kapal Terbesar Angkatan Laut Ukraina Tenggelam Dibom Drone Laut Rusia: Awak Kapal Tewas
Polisi mengatakan tersangka penembak, yang penangkapannya diumumkan Senin pagi, menembaki mantan juru bicara tersebut delapan kali di siang bolong sebelum melarikan diri.
Sang penembak dilaporkan menyamar sebagai pengantar makanan saat melaksanakan aksinya.
"Kami tahu kejahatan ini tidak acak. Ada jejak Rusia di dalamnya. Semua yang terlibat akan diadili," kata kepala polisi Ukraina Ivan Vyhivskyi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Telegram.
Vyhivskyi membagikan foto dari tempat penangkapan, yang memperlihatkan seorang pria bertelanjang dada diborgol oleh agen keamanan di kamar tidur.
Direncanakan Secara Cermat
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko dan kepala dinas keamanan Vasyl Maliuk telah memberitahunya tentang penangkapan tersebut.
"Tindakan investigasi yang diperlukan sedang berlangsung," tulis Zelensky di media sosial.
"Saya berterima kasih kepada petugas penegak hukum kami atas kerja cepat dan terkoordinasi mereka."
Setelah berbicara dengan Jaksa Agung Ruslan Kravchenko, presiden mengatakan tersangka penembak telah memberikan “kesaksian awal.”
Klymenko mengatakan operasi penangkapan pria tersebut di wilayah Khmelnytsky melibatkan puluhan petugas.
Ia menyebut pembunuhan Parubiy "direncanakan dengan cermat", dengan alasan pengawasan terhadap pergerakan mantan pembicara dan rencana pelarian.
(oln/tmt/*)
Baca tanpa iklan