News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mohamed Salah: Perjalanan karier 'si Raja Mesir' dari Nagrig ke Liverpool

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mohamed Salah: Perjalanan karier 'si Raja Mesir' dari Nagrig ke Liverpool

"Setiap kali saya masuk ke sini, saya selalu teringat bagaimana dulu dia bergerak dan mengontrol bola. Itu benar-benar luar biasa."

Salah satu pelatih pertama Mohamed Salah membuka gerbang berwarna hijau tua di pusat pelatihan pemain muda di Nagrig, sebuah desa sekitar tiga jam di utara Kairo.

Di sinilah, perjalanan karier pemain—yang membawa Liverpool meraih gelar juara Liga Primer Inggris pada musim 2024-2025 lalu—dimulai.

Sejak bergabung dari AS Roma pada 2017, pemain sayap tersebut telah mencetak 255 gol dari 435 penampilan bersama Liverpool.

Mega bintang sepak bola dari Mesir itu turut membantu Liverpool memenangkan gelar juara Liga Champions, dua gelar juara Liga Primer, Piala FA, Piala Liga Inggris (EFL), Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.

Namun, masa Mo Salah di Liverpool segera berakhir.

Mo Salah mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan The Reds—julukan Liverpool—pada akhir musim 2025-2026, Mei mendatang,

"Sayangnya hari itu telah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya," kata Salah.

"Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim."

BBC Sportmengunjungi Mesir untuk mengetahui apa arti Salah bagi negara berpenduduk 115 juta jiwa itu.

Serta, bagaimana seorang anak kecil dari keluarga sederhana bisa menjadi ikon nasional.

Di jalanan Nagrig, saat berusia tujuh tahun, Salah kecil bermain sepak bola bersama teman-temannya, sambil berpura-pura menjadi penyerang Brasil, Ronaldo; playmaker legendaris Prancis, Zinedine Zidane; atau maestro Italia, Francesco Totti.

"Tubuh Salah kecil dibandingkan dengan teman-teman setimnya, tetapi dia melakukan hal-hal yang bahkan anak-anak lebih tua pun tidak bisa lakukan," ujar Ghamry Abd El-Hamid El-Saadany sambil menunjuk ke lapangan di Nagrig yang sekarang dinamai Mohamed Salah sebagai bentuk penghormatan.

"Tendangannya sangat kuat, dan jelas terlihat bahwa dia memiliki tekad dan semangat yang tinggi."

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini