News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ketika Negara Middle Powers Ikut Menentukan Masa Depan Tatanan Dunia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketika Negara Middle Powers Ikut Menentukan Masa Depan Tatanan Dunia

"Kami harus melakukannya sendiri, kami tidak melakukannya dengan cara yang sama seperti yang dilakukan India atau Indonesia, secara bebas dan aktif," tambah Beste.

Peran middle powers dalam membentuk tatanan dunia

Indikator lain dari meningkatnya pengaruh middle powers terlihat dari sisi ekonomi dan pertahanan. Dino menyampaikan bahwa negara-negara yang tergabung dalam BRICS kini memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) yang melampaui kelompok negara G7. Sementara itu, anggaran militer negara-negara seperti Korea Selatan, Arab Saudi, dan India juga melampaui beberapa negara Eropa.

"Jadi dengan semua ini, asumsinya adalah bahwa kekuatan menengah, 20 kekuatan menengah di utara dan selatan akan memainkan peran penting dalam membentuk tatanan dunia berikutnya," ujar Dino.

Meski begitu, peran middle powers ke depan masih menimbulkan sejumlah pertanyaan.

"Apakah mereka dapat bersatu atau tidak? Apakah mereka dapat menyelesaikan konflik, atau apakah mereka dapat memainkan peran kepemimpinan, memperbaiki sistem multilateral, dan seterusnya."

"Kita (Indonesia) jelas sekarang adalah kekuatan menengah"

FPCI melihat semakin banyak hubungan bilateral yang diperkuat selama dua tahun terakhir, contohnya antara Indonesia dengan negara-negara seperti Australia, Prancis, India, Korea Selatan, dan Turki.

"Lihat, kita (Indonesia) jelas sekarang adalah kekuatan menengah, dan sangat penting bagi kita untuk mengembangkan strategi kekuatan menengah. Ketahui apa ambisi kita, ketahui apa aset kita, ketahui posisi kita dalam tatanan dunia yang berkembang," kata Dino.

Indonesia dinilai perlu menentukan dengan negara-negara middle powers mana harus menjalin hubungan yang lebih erat, dan membangun koalisi strategis yang berkelanjutan.

"Kami yakin (itu) merupakan strategi yang sempurna untuk kebijakan luar negeri Indonesia yang independen dan aktif," tambahnya.

Editor: Yuniman Farid

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini