News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Masih Mumpunikah Skema Pensiun Jerman?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Masih Mumpunikah Skema Pensiun Jerman?

Besaran iuran pensiun bervariasi secara signifikan di berbagai negara. Menurut data OECD, di Prancis besaran iuran tersebut sekitar 30?ri penghasilan, sedangkan di Italia bahkan mencapai 33%. Jerman berada jauh di bawah angka tersebut, yaitu 18,6%. Iuran ini dibayarkan masing-masing setengahnya oleh pekerja dan pemberi kerja.

Di Indonesia, besaran iuran pensiun jauh lebih rendah, yaitu sekitar 8,7 persen dari penghasilan ke sistem BPJS. 8.7% tersebut mencakup jaminan pensiun dan tabungan hari tua. Iuran tersebut juga dibagi antara pekerja dan pemberi kerja.

Salah satu aspek yang semakin menjadi sorotan adalah kemiskinan di usia lanjut. Di Jerman, risiko ini terutama mengancam mereka yang berpenghasilan rendah selama masa kerja dan hampir tidak dapat menyisihkan uang untuk tabungan pensiun pribadi. Di Denmark, pemerintah berusaha mengatasi hal ini dengan program pensiun dasar yang dibiayai dari pajak.

Pensiunan Jerman Timur rentan akan kemiskinan

Ada perbedaan terkait jaminan pensiun dari Jerman Timur dan Barat. Orang-orang yang tinggal dan bekerja di Jerman Timur atau Republik Demokratik Jerman (DDR) sebelum runtuhnya tembok Jerman di tahun 1990, menerima jaminan pensiun yang jauh lebih sedikit. Penyesuaian jaminan pensiun di Jerman Timur ini dilakukan bertahap menyesuaikan jaminan pensiun yang berlaku di Jerman Barat. Penyesuaian baru selesai di tahun 2025, 35 tahun setelah reunifikasi.

Oleh karena itu, kemiskinan di usia tua berpotensi lebih sering menimpa warga Jerman Timur. Alasan lainnya adalah karena ekonomi terencana di bawah DDR, masyarakat Jerman Timur tidak memiliki kesempatan, untuk berinvestasi dalam dana pensiun. Di bawah sistem komunisme saat itu tidak ada pasar saham seperti halnya di bawah kapitalisme.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Ayu Purwaningsih

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini