News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

'David da Vinci', anak jenius Meksiko dengan IQ lebih tinggi dari Einstein

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

'David da Vinci', anak jenius Meksiko dengan IQ lebih tinggi dari Einstein

Namun, menurutnya, banyak orang punya ekspektasi tinggi terhadap anak jenius.

"Banyak orang berpikir bahwa kami harus tahu segalanya, tetapi kami bukan peramal, kami perlu diajari. Itu tidak berarti kami memiliki semua jawaban atas alam semesta."

Ia menambahkan sambil tertawa: "Sering kali saya ditantang, dengan berkata: 'Kalau kamu anak jenius, sebutkan akar kuadrat dari entah apa, kalikan dengan sekian…'. Tunggu dulu, kalau saya belum mempelajarinya, saya tidak akan tahu."

Bullying jadi peluang wirausaha

Ibu David, Claudia Flores, mengingat petunjuk-petunjuk awal yang membuatnya berpikir bahwa ada sesuatu yang istimewa pada diri David.

"Kami menempuh perjalanan darat yang panjang dan dia hafal sekitar 40 lagu anak-anak. Kami memasukkannya ke sekolah dan dia bahagia selama 15 hari, tetapi setelah itu dia berkata kepada saya: 'Pindahkan aku ke kelas anak-anak yang lebih besar, aku ingin belajar lebih banyak'," kata Claudia kepada BBC Mundo.

"Saya sangat bosan," timpal David.

Namun, momen yang menentukan muncul saat pandemi Covid-19.

Claudia duduk di samping David saat ia mengikuti kelas daring dan menyadari bahwa putranya belajar jauh lebih cepat dibandingkan anak-anak lain.

"Saya bertanya sampai angka berapa dia bisa menghitung dan kami menghitung hingga jutaan. Jadi saya mulai menyelidiki apakah dia anak dengan kemampuan tinggi, dan para spesialis memberi tahu kami bagaimana menanganinya," kata Claudia.

Namun, terlepas dari semua pencapaiannya, perjalanan hingga ke titik ini tidaklah mudah bagi David.

David mengaku mengalami bullying atau perundungan yang "sangat berat" di sekolah yang ia anggap sebagai sekolah impiannya.

"Anak-anak lain tidak mengerti mengapa seseorang yang baru masuk sekolah bisa tahu lebih banyak hal daripada mereka, atau bagaimana saya bisa melakukan begitu banyak hal. Cara mereka mengekspresikannya adalah dengan melakukan perundungan terhadap saya," jelasnya.

Baru-baru ini, David memutuskan untuk memanfaatkan pengalaman buruk itu untuk mengembangkan Macayos, sebuah aplikasi yang akan tersedia tahun ini.

David mendefinisikannya sebagai "platform digital pertama di Meksiko yang dibuat dengan kecerdasan buatan, yang secara menyenangkan mengajarkan anak-anak keterampilan untuk mengelola emosi mereka".

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini