News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perombakan Program Demokrasi Jerman Picu Krisis Kepercayaan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perombakan Program Demokrasi Jerman Picu Krisis Kepercayaan

"Program seperti 'Demokratie leben!' tidak boleh menjadi alat politik partisan, melainkan merupakan pilar penting bagi demokrasi yang tangguh" - kalimat ini tertulis dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan Jerman Karin Prien.

Surat itu ditandatangani oleh 143 organisasi dan inisiatif masyarakat sipil yang protes atas rencana reformasi program: "Demokratie leben!" - sebuah program pencegahan tumbuh kembangnya ekstremisme kanan di Jerman.

Kalimat yang tergores dalam surat tersebut mungkin terdengar seperti tudingan dan memang dimaksudkan demikian. Mereka yang protes cemas upaya pencegahan atas berkembangnya ekstremisme kanan bakal tersendat apabila program ini direformasi.

Pukulan telak bagi kerja-kerja demokrasi?

Apa yang terjadi? Politisi Kristen Demokrat (CDU) Prien ingin mereformasi secara menyeluruh program demokrasi yang telah berjalan sejak tahun 2014 itu. Program pemerintah Jerman tersebut saat ini memiliki anggaran sebesar 191 juta euro untuk menangkal ekstremisme kanan.

Jika direformasi, dampaknya: Banyak organisasi dan proyek, terutama yang aktif melawan ekstremisme sayap kanan, khawatir akan masa depan program kerja yang telah selama ini mereka bangun dalam melawan ekstremisme kanan.

"Rencana pemerintah saat ini berarti pukulan telak bagi banyak pelaksana kerja-kerja demokrasi," keluh Heiko Klare dari Asosiasi Nasional Konsultasi Mobile (Bundesverband Mobile Beratung). Jaringan ini didirikan pada awal tahun 1990-an di tengah meningkatnya kekerasan ekstremis sayap kanan.Media Welt memberitakan, sekitar dua ratusan proyek kemungkinan akan dihentikan pendanaannya. Sementara die Zeit memberitakan infrastruktur yang selama ini menopang kerja melawan ekstremisme juga kemungkinan akan dipangkas.

Program ini awalya merupakan respons terhadap rangkaian pembunuhan NSU

Program "Demokratie leben!" (Ed.: Hidupkan Demokrasi) pada awalnya merupakan respons pemerintah Jerman terhadap rangkaian aksi pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok teroris Nationalsozialistischer Untergrund (NSU), antara tahun 2000 hingga 2007. Insiden-insiden itu menewaskan sembilan lelaki berlatar belakang migran serta seorang polisi perempuan.

Restrukturisasi program secara mendadak saat ini, dikhawatirkan akan menghilangkan jaringan, keahlian, dan kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun, ujar Klare, terutama bagi kerja-kerja pencegahan ekstremisme kanan jangka panjang.

Namun, Menteri Pendidikan Jerman Prien menolak semua tudingan yang dilontarkan padanya. Oleh sebab itu ia berusaha menjelaskan latar belakang kenapa program yang sudah berjalan sekian lama itu terpaksa akan diubah: "Muncul kesan bahwa program ini memiliki orientasi yang lebih menjangkau lingkungan kiri-liberal," demikian jelasnya mengenai alasan perubahan arah kebijakan dalam sebuah wawancara dengan media taz.

Serta merta menteri dari Partai CDU) ini dituding beranggapan program "Demokratie leben!", yang didanai oleh kementeriannya, sebagai program yang condong ke kiri. Prien memaparkan gagasannya: "Saya ingin menjangkau kelompok mayoritas yang diam, yang mulai berpotensi menjauh dari demokrasi. Ada sesuatu yang mulai retak di sana, yang selama ini belum menjadi fokus program," paparnya.

Lebih banyak kerja sama dengan sekolah dan klub olahraga

Namun, proyek-proyek mana saja yang ia anggap terlalu condong ke kiri tidak dijelaskan oleh Prien dan juga sejauh apa perubahannya. Bahkan dalam debat di parlemen Jerman Bundestag, ia tetap menjelaskannya hanya secara umum saja: "Jika suatu langkah tidak menghasilkan dampak yang diinginkan, kami akan mengambil konsekuensi. Kami mengembangkan pendekatan baru yang lebih tepat sasaran."

Ia mempertimbangkan keterlibatan program yang lebih besar dari sekolah-sekolah, klub-klub olahraga, maupun pemadam kebakaran. Pendekatan Prien: "Kita harus berbicara dengan masyarakat di tempat mereka menjalani kehidupan sehari-hari."

Gagasan ini dinilai positif oleh Direktur Jaringan Neue Deutsche Organisationen (ndo), Fatma Celik: "Kami secara tegas menilai positif jika sekolah, taman kanak-kanak, atau lembaga publik lainnya mendapatkan manfaat dari penataan ulang dan lebih dilibatkan dalam penguatan demokrasi," ujarnya.

Banyak program pendanaan menghadapi masa depan tak pasti

Tempat-tempat tersebut, kata Celik, memainkan peran sentral dalam pendidikan politik, pencegahan, dan kohesi sosial. "Positif juga jika isu seperti ujaran kebencian di dunia maya, disinformasi, atau antisemitisme diangkat, karena ini nyata dan penting." Namun, menjadi bermasalah jika infrastruktur masyarakat sipil yang sudah mapan justru dilemahkan dan jaringan ndo yang dipimpinnya juga terdampak, demikian ia memperingatkan.

Program pendanaan "Demokratie leben!" sebelumnya dirancang untuk jangka panjang. "Kami tentu memperhitungkan hal itu dan merencanakan program berdasarkan efektivitas," tegas Celik. Namun kini, kontrak kerja sementara tidak dapat diperpanjang, tenaga ahli mencari arah baru, pengetahuan hilang, dan kerja sama terhambat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini