News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lewat Vinyl, Menemukan Kembali Musik di Era Berlangganan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lewat Vinyl, Menemukan Kembali Musik di Era Berlangganan

Namun di tataran industri musik independen, sejumlah musisi masih membuat rilisan fisik. Faktor utamanya adalah permintaan dari para penggemar. Wendi, yang juga manajer band heavy metal Seringai, mengungkapkan, “Lewat label yang kami (Seringai) kelola sendiri, kami tetap konsisten merilis CD, kaset, hingga piringan hitam sejak album pertama hingga album terbaru.”

Menurutnya, rilisan fisik bukan hanya soal distribusi, tetapi juga kebanggaan. Ia bahkan berkelakar, “Yakin lo musisi? Rilisan fisik lo mana?”

Ia juga menambahkan, Seringai pernah menjual 8.000 keping CD saat perilisan album bertajuk "Seperti Api" pada tahun 2018. “Angka penjualan tersebut mungkin kecil untuk tataran industri major label karena mereka dulu sudah bisa menjual jutaan keping CD, tapi untuk musisi independen itu adalah angka yang besar,” pungkas mantan jurnalis Rolling Stone Indonesia tersebut.

Tren baru atau sekedar nostalgia?

Bagi Ika, mengoleksi rilisan fisik terutama piringan hitam bukan sekedar tren, “Bagi saya kebutuhan itu ada sandang, pangan, papan, menabung, dan terakhir vinyl. Sudah ada pos keuangan khusus untuk itu,” ujarnya sambil tertawa.

Ibu dengan satu anak ini juga mengapresiasi generasi muda yang masih menikmati musik lewat rilisan fisik, “Ini jadi tren yang bagus, jadi ada regenerasi, bahkan saya juga menularkan hobi ini ke anak saya dan sekarang bisa berbagi referensi musik dengannya.”

Sementara itu, Wendi menilai fenomena kembalinya minat pada koleksi rilisan fisik, bukan sekadar nostalgia. “Bagi generasi baru, ini adalah pengalaman pertama dengan format fisik. Harapannya, rilisan fisik bisa menjadi alternatif di tengah derasnya disrupsi digital, di mana orang bisa kembali menikmati musik secara utuh, bukan sekadar mendengarkan,” ujarnya.

Ia memprediksi, tren rilisan fisik masih berpotensi tumbuh dan berharap bisa memberi dampak positif bagi industri musik Indonesia di masa depan.

Editor: Tezar Aditya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini