Salah satu penjelasannya adalah bahwa pada spesies di mana betina merawat anak, "terutama pada spesies berumur panjang seperti manusia atau kera besar, akan lebih menguntungkan jika induk hidup lebih lama agar dapat membesarkan anak hingga dewasa," kata Staerk.
Hidup lebih lama dan lebih sehat
Namun, tidak semuanya kabar baik bagi perempuan.
Meskipun mereka cenderung hidup lebih lama dibandingkan para pria, penelitian menunjukkan perempuan juga mengalami lebih banyak penyakit yang tidak mematikan sepanjang hidup—seperti nyeri punggung bawah, gangguan depresi, dan sakit kepala.
"Perempuan cenderung memiliki respons imun yang lebih kuat, tetapi hal itu juga dapat memicu penyakit inflamasi," jelas Harper.
"Selain itu, tentu saja, sistem otot dan rangka mereka juga sedikit kurang kuat."
"Biologi pada laki-laki membuat mereka lebih rentan terhadap kematian, sementara biologi pada perempuan membuat mereka lebih rentan terhadap disabilitas," simpulnya.
Namun, ketiga pakar tersebut menekankan bahwa faktor biologis tidak serta-merta menentukan nasib seseorang.
"Perbedaan biologis sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan perilaku," jelas Borrás.
Dia menambahkan bahwa baik perempuan maupun laki-laki perlu memperhatikan hal-hal seperti pola makan, olahraga, kualitas tidur, dan tingkat stres—bukan hanya "untuk hidup lebih lama, tetapi tentu juga lebih sehat."
Baca tanpa iklan