News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

India punya ‘Partai Kecoak’ yang mengusik Pemerintah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

India punya ‘Partai Kecoak’ yang mengusik Pemerintah

Beberapa pekan lalu muncul ‘partai’ baru di India yakni Cockroach Janta Party atau 'Partai Kecoak'. Sesaat setelah dicetuskan, ‘partai’ yang dibentuk di media sosial ini jadi viral. Pendirinya adalah Abhijeet Dipke, alumnus Boston University, Amerika Serikat, yang merasa perlu menyuarakan keresahan terhadap situasi politik dan sosial lewat gerakan satir.

Agenda gerakan ‘Partai Kecoak’ saat ini adalah menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan supaya undur diri karena diduga melakukan penyelewengan dalam praktik penyelenggaraan ujian masuk kedokteran nasional India.

"Sudah saatnya kita semua bersatu, mengikuti jalur Konstitusi India, dan menyuarakan tuntutan pengunduran diri Dharmendra secara damai," kata Abhijeet dalam video yang diunggah di akun Instagram Partai Kecoak. "Jika kita bersuara bersama, mereka pasti harus mendengarkan kita," lanjut Abhijeet yang berencana melakukan protes damai turun ke jalan pada 6 Juni nanti.

Kemunculan ‘Partai Kecoak' terinspirasi dari Ketua Mahkamah Agung India

‘Partai Kecoak’ dibentuk pasca Surya Kant, Ketua Mahkamah Agung India, menganalogikan pengangguran muda di India dengan kata ‘kecoak’ dan ‘parasit’.

Pernyataan itu diklarifikasi Kant denganmengatakan bahwa sesungguhnya kata ‘kecoak’ dan ‘parasit’ ditujukan kepada orang-orang yang menggunakan ijazah palsu.

Namun, itu pun tetap menyinggung orang muda di India karena isunya sangat sensitif. Saat ini India sedang menghadapi tingginya tingkat pengangguran, skandal dalam pelaksanaan ujian, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

‘Partai Kecoak’ yang awalnya ditujukan sebagai proyek satire di dunia maya pun jadi berkembang pesat melampaui media sosial atau dunia daring.

“Kelompok anak muda India merasa bahwa sistem politik saat ini tidak benar-benar peduli pada mereka, baik partai yang berkuasa maupun oposisi,” kata Abhijeet kepada The New York Times.

Menyatukan humor dan kritik politik

Gerakan ‘Partai Kecoak’ bertujuan membentuk kelompok-kelompok di berbagai daerah, merekrut relawan, dan mengkampanyekan berbagai isu sosial mulai dari pengangguran, kebocoran soal ujian, reformasi pendidikan, hingga akuntabilitas pemerintah.

Gerakan tersebut telah terbukti berhasil membangun basis pengikut yang sangat besar di media sosial.

Akun Instagram mereka kini memiliki lebih dari 22 juta pengikut. Angka ini jauh melampaui Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi yang memiliki 9,5 juta pengikut. ‘Partai Kecoak’ juga unggul dibanding partai oposisi di India yang memiliki 13,9 juta pengikut.

Sayangnya, otoritas India memblokir akun X milik ‘Partai Kecoak’ dengan alasan keamanan nasional. Keputusan tersebut direspons dengan gugatan hukum dari tim ‘Partai Kecoak’.

Sejumlah politisi India menuduh ‘Partai Kecoak’ mendapat dukungan dari pihak-pihak asing yang dianggap memusuhi India.

Rajeev Chandrasekhar, politikus senior dari BJP, menyebut ‘Partai Kecoak’ sebagai “operasi pengaruh lintas batas” yang bertujuan mengganggu stabilitas India.

Sementara itu, Menteri Kabinet Senior Kiren Rijiju menuduh ‘Partai Kecoak’ berupaya meraih dukungan di media sosial dari Pakistan yang merupakan musuh bebuyutan India. Kiren juga menyebut ‘Partai Kecoak’ sebagai “geng anti-India”.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini