News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.290, Macron: 26 Negara Siap Beri Jaminan Keamanan

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKY DAN MACRON - Foto diambil dari Instagram Macron pada Rabu (2/7/2025), memperlihatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dalam pertemuan KTT NATO di Den Haag pada 25 Juni 2025. Pada 4 September 2025, Macron mengatakan ada 26 negara yang siap memberi jaminan keamanan kepada Ukraina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan 26 negara berjanji untuk memberikan jaminan keamanan pascaperang kepada Ukraina, termasuk pasukan internasional non-garis depan di darat, laut, dan udara.

"Saat konflik berakhir, jaminan keamanan akan dikerahkan," kata Presiden Prancis, berdiri di samping Zelenskyy pada hari Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan seusai pertemuan puncak para pemimpin dalam format “Coalition of the Willing” (Koalisi yang Bersedia) di Paris pada hari Kamis.

"Saat ini, ada 26 negara yang telah secara resmi berkomitmen – beberapa negara lainnya belum mengambil posisi – untuk mengerahkan pasukan 'pasukan penenang' di Ukraina, atau hadir di darat, laut, atau udara," lanjutnya, dikutip dari The Guardian.

Zelensky Minta Trump Lindungi Langit Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan ia dan Presiden AS Donald Trump telah melakukan percakapan panjang dengan para pemimpin Koalisi yang Bersedia.

Dalam pembahasan itu, Ukraina menyarankan agar Amerika Serikat mempertimbangkan format khusus untuk melindungi langit Ukraina dari serangan Rusia.

Zelensky menegaskan fokus utama pembicaraan adalah bagaimana mendorong terciptanya perdamaian sejati.

Menurutnya, langkah paling penting adalah menghentikan mesin perang Rusia dengan menekan sumber daya ekonomi mereka.

Ia juga menekankan perlunya perlindungan maksimal bagi rakyat Ukraina.

"Selama perdamaian belum tercapai, warga kami tidak boleh terus-menerus hidup di bawah ancaman rudal dan drone Rusia," ujarnya.

Karena itu, Ukraina mengusulkan kerja sama dengan AS untuk menciptakan mekanisme khusus yang bisa menjamin keamanan wilayah udaranya.

Ukraina Uji Drone untuk Tangkis Serangan Musuh

Oleksandr Syrskyi, komandan tertinggi Ukraina, mengatakan negaranya  ingin melihat peningkatan kinerja drone pencegat terhadap serangan udara Rusia. 

Para pejabat senior bertemu pada hari Kamis untuk mempertajam upaya tersebut. 

"Kami sedang menciptakan sistem berlapis untuk menangkal drone Shahed dan Geran musuh," tulis Syrskyi, merujuk pada drone Rusia yang paling umum digunakan. 

"Tugas bersama kita adalah melatih lebih banyak awak, lebih banyak operator pencegat, dan menyediakan senjata serta radar yang lebih efektif," lanjutnya.

Angkatan Udara Ukraina pada hari Rabu mengatakan telah menembak jatuh 430 dari 502 drone dan 21 dari 24 rudal yang diluncurkan Rusia semalam.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini